MAIN MENU
  HOME
  Articles
  News & Info
  Teachings
  Questions & Answers
  Prophetic Mission
  Mission in Pictures
  Prayer Statement
  Book of Worship
  Bulletins
  About CPM
  Contact CPM
  HOME PRAYER STATEMENT PENDOA SYAFAAT
Kontroversi Nama Allah

Senin, 31 Des 2007,( AFP - Jawapos)
Mereka harus berhenti menggunakan kata Allah

KUALA LUMPUR - Hanya terjadi di Malaysia. Kata "Allah" diklaim sebagai hak eksklusif umat Islam untuk menggunakannya. Akibatnya, sebuah penerbitan agama lain yang menggunakan kata tersebut dipaksa menghentikan atau izin penerbitannya dicabut. "Hak eksklusif bagi muslim untuk menggunakan kata Allah hanya ada di Malaysia," tegas Bernard Dompok, pejabat di kantor perdana menteri negeri jiran itu.

Media The Herald tidak terima atas larangan tersebut. Mereka pun mengajukan gugatan ke pengadilan dengan memasukkan nama Perdana Menteri Abdullah Ahmad Badawi sebagai seorang tergugat. "Kami juga mempunyai hak menggunakan kata Allah, tapi hak tersebut kini dibatasi," ujar Pastor Lawrence Andrew, editor The Herald, kepada AFP.

Larangan yang dialami koran dengan tiras 12.000 eksemplar itu sebenarnya sudah lama dirasakan. Namun, karena tidak ada penjelasan pasti, mereka mengabaikan.

Menteri Muda Urusan Dalam Negeri Malaysia Mohamad Johari Baharum menjelaskan, izin The Herald akan dibekukan sampai media itu menyanggupi aturan yang ditetapkan pemerintah tadi. "Mereka harus berhenti menggunakan kata Allah. Baitullah, salat, dan Kakbah," tegasnya.

Dasarnya, menurut Baharum, penggunaan kata-kata tersebut akan memunculkan kegelisahan dan kebingungan di kalangan komunitas muslim yang menjadi mayoritas di Malaysia. Menurut dia, keputusan pemerintah itu sudah final. (AFP/AP/dia/ruk)

syaukani yusup - rantaunet.com
Mon, 31 Dec 2007 05:13:33 -0800
Kalimah2 suci ini dibatasi atau dilarang samasekali digunakan oleh non Muslim

Assalamualaikumww.
Pada pandangan peribadi saya, memang sepatutnya Kalimah2 suci ini dibatasi atau dilarang samasekali digunakan oleh non Muslim untuk tujuan2 yang tiada kaitan dengan kalimah2 itu karana dikhuatiri mereka tidak memahami nilai dan sensitiviti kalimah2 itu.

Apabila mereka tidak mengetahui apa yang mereka ucapkan mungkin mereka akan menganggapnya sebagai kata2 biasa dan menggunakannya sebagai gurauan. Walau bagaimanapun di Malaysia, bukanlah keseluruhan perkara kalimah Allah dan Muhammad itu dibatasi, pada sesetengah perkara ianya masih digunakan oleh non Muslim. Diantaranya LAMBANG yang diiktiraf oleh Negara, lambang yang dipakai oleh Polisi dikantor dan di pakai oleh Anggota Polisi sendiri terdapat kalimah Allah dan Muhammad dalam tulisan Arab di bahagian atas sekali. Lambang ini tiada berbeda dengan lambang yang dipakai oleh non Muslim.

Pada pendapat saya, lambang itu amat tidak sesuai dipakai dibadan karena badan yang memakainya tidak selalu dalam keadaan bersih selama memakainya. Badan juga akan dibawa ketempat2 yang tidak sesuai membawanya seperti ke kakus dan tempat2 kotor. Begitu juga sipemakai boleh saja melakukan perkara2 yang bertentangan dengan Kalimah2 itu semasa memakainya.

Polisi yang sering diperkatakan sebagai aparat pemerintah yang mempunyai kuasa langsung atau penegak hukum yang keterlaluan yang akhirnya mendatangkan kesengsaraan kepada rakyat yang tidak terbukti bersalah. Maka penggunaan Kalimah2 suci di badan mereka seperti merendah2kan ayat2 suci itu. Mungkin saja sipencipta lambang ini terpengaruh dengan lambang Crown yang berlambangkan salip dibahagian atasnya sebagai topi orang2 kenamaan atau kaum2 elit diraja Kristen, Wallahu aklam. Sehingga hari ini belum ada para Ulama Malaysia yang memperkatakan akan lambang ini.

Apakah pendapat Bapak2 Ibuk2 sidang pembaca? Wassalam, Kani49 (rantaunet).

Posted by Haniza Talha, Friday, 04 January 2008
Kabinet benarkan Islam sahaja guna kalimah Allah

UTRAJAYA 3 Jan. - Kabinet mengekalkan larangan bagi semua agama kecuali Islam daripada menggunakan kalimah 'Allah' dalam penerbitan akhbar masing- masing bagi mengelakkan wujud suasana tidak harmoni.

Menteri di Jabatan Perdana Menteri, Datuk Dr. Abdullah Md. Zin berkata, keputusan itu dibuat kerana penggunaan kalimah 'Allah' oleh agama lain boleh menimbulkan kekeliruan dan kemarahan di kalangan umat Islam di negara ini. Beliau berkata, adalah tidak wajar larangan penggunaan kalimah 'Allah' oleh agama lain dijadikan perbahasan umum yang menggambarkan seolah-olah tiada kebebasan beragama di negara ini.

''Semalam, Kabinet memutuskan untuk mengekalkan larangan penggunaan kalimah 'Allah' seperti mana yang telah diputuskan dalam mesyuaratnya pada 18 Oktober dan 1 November 2006.
v ''Lagipun, mengikut amalan sejak sekian lama di negara ini, kalimah 'Allah' hanya merujuk kepada Tuhan penganut agama Islam sahaja," katanya. Beliau berkata demikian pada sidang akhbar khas sempena Sambutan Maal Hijrah Peringkat Kebangsaan Tahun 1429/2008 yang akan disambut pada 10 Januari ini di sini hari ini.

Acara tahunan kali ini yang bertemakan 'Menjana Ummah Gemilang' itu akan dihadiri oleh Yang di-Pertuan Agong, Tuanku Mizan Zainal Abidin dan Raja Permaisuri Agong, Tuanku Nur Zahirah.

Pada 31 Disember lalu, pengarang akhbar Herald-The Catholic Weekly, Paderi Lawrence Andrew menyatakan bahawa pihak Kementerian Keselamatan Dalam Negeri (KKDN) telah memperbaharui permit penerbitan akhbar itu tanpa larangan menggunakan kalimah 'Allah'. Bagaimanapun, pada hari yang sama, Timbalan Menteri KKDN, Datuk Johari Baharum menegaskan, sekali pun permit akhbar itu diperbaharui, larangan penggunaan kalimah 'Allah' masih kekal. Sehubungan itu, Abdullah memberitahu, pihaknya akan memaklumkan secara rasmi kepada KKDN berhubung keputusan tersebut secepat mungkin.

Beliau berkata, selain kalimah 'Allah', kalimah solat, Kaabah dan Baitullah adalah dilarang penggunaannya dalam penerbitan agama lain. ''Ia berdasarkan keputusan Kabinet pada 31 Julai 2002," katanya. (UTUSAN)

Comments: Those missionary should think of something else.
Subscribe to this comment's feed
written by Malay Ultraman, January 07, 2008 | 10:07:26

Within Malaysia context, Allah has always been a Proper name for God of Muslim. Allah is not a general term like God. The jewish use the term G_d to differentiate itself from Chritian God. While for Muslim Allah is associated as One, single,non- replicable, non-producible, non- comparable to any creature in any metaphysic. While for Christian, God is associated with trinitiy concept, 3 in 1, son, father and holy ghost plus saint Mary plus Jesus idol which negate itself to Allah. For Malays, calling Allah for Christian God is very much like calling Toh Pe Kong as Allah. It is a huge blasphemy. Of course, some would argue that Arab Christians have been using Allah since day 1. But within malaysia communitiy especially Iban and Kadazan tribes, non of them speak Arab. I am not at all a big fan of BN government. But this time, the minister is doing the right job. Those missionary should think of something else. Instead of Allah, they can use capitalize word like TUHAN or GOD and get them copyright registered. Get real!!! Non of my Christian friends ever use the word Allah and they dont even know how to pronounce it!! Even if they do, they sound very funny... (MALAYSIA TODAY)




next:   Surat Kabar Katolik Dilarang Pakai Nama "Allah"  >>







  ARTICLE CONTENT:
1. Sampai kapan orang Kristen mau     bertahan?
2. Pemerintah Malaysia Larang     Nonmuslim Gunakan Kata "Allah"
3. Johari: Only Muslims can use     'Allah'
4. Mereka harus berhenti     menggunakan kata Allah
5. Kalimah2 suci ini dibatasi atau     dilarang samasekali digunakan     oleh non Muslim
6. Kabinet benarkan Islam sahaja     guna kalimah Allah
7. Comments: Those missionary     should think of something else
8. Surat Kabar Katolik Dilarang     Pakai Nama "Allah"
9. Kata 'Allah' hanya milik Islam
10. Media Nonmuslim Dilarang Tulis       'Allah'
11. Kesalahan terjemahan.
12. Allah itu nama tuhannya umat       Islam
13. WHO IS ALLAH?
14. The Moon God
15. Catatan Kita

      

  BULLETINS


 
Home | Articles & Readings | News & Events | Teachings | Q&A | Prophetic Mission
Mission In Picture | Prayer | Worship |Bulletins |Resources | About Us | Contact Us
Copyrights 2008 Cherubims Prophetic Ministry. All Rights Reserved.