MAIN MENU
  HOME
  Articles
  News & Info
  Teachings
  Questions & Answers
  Prophetic Mission
  Mission in Pictures
  Prayer Statement
  Book of Worship
  Bulletins
  About CPM
  Contact CPM
  HOME PRAYER STATEMENT PENDOA SYAFAAT

TUHAN MENGIJINKAN?
Kedua ayat ini menjelaskan bahwa masa depan manusia telah ditulis oleh Tuhan dalam kitab-Nya. Bahkan terkesan semua hal yang akan kita lakukan di masa mendatang pun telah ditentukan atau tertulis. Baik maupun buruk, mujur maupun malang, hari-hari bahagia maupun sedih, hari dimana kita berjalan dalam perlindungan keselamatan maupun hari dimana kita mengalami kecelakaan. Atau bahkan ketika kita berbuat baik maupun berbuat dosa pun seolah-olah telah Tuhan tentukan atau tulis dalam kitab-Nya. Benarkah demikian? Hal ini sangat mengganggu saya. Apakah Tuhan telah menulis bahwa saya akan berbuat dosa atau kejahatan? Jadi saya bisa katakan kepada orang-orang bahwa waktu saya berbuat dosa atau kejahatan itu karena hal tersebut memang sudah Tuhan tulis dalam kitab-Nya. Apakah Tuhan telah menentukan bahwa saya akan mengalami kecelakaan, hari malang, hari buruk dan sebagainya? Bagaimana kalau saya tidak berbuat apa-apa dan tetap ditetapkan untuk mengalami semua itu? Jika demikian halnya, jelas Tuhan akan sangat TIDAK ADIL di mata saya.

Dari pembicaraan dengan beberapa orang Kristen bahkan kebanyakan orang Kristen, saya mendapatkan jawaban bahwa itu semua memang Tuhan IJIN kan agar kita belajar mengucap syukur. Atau agar saya lebih bersungguh-sungguh dalam Tuhan. Tidak sedikit dari mereka yang mengatakan: "makanya jangan lari dari panggilan Tuhan untuk melayani". Mungkin karena waktu itu saya belum sepenuh waktu melayani Tuhan.

Bahkan ketika saya melihat sebuah acara televisi rohani yang mengunjungi sebuah keluarga "Kristen" miskin yang mengalami kesusahan berat, pendeta atau pembawa acara tersebut mengutip ayat berikut ini Yohanes 9:1-3 " 1 Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya. 2 Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?" 3 Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan - pekerjaan Elohim harus dinyatakan di dalam dia." Menurutnya semua kesulitan yang dialami bapak supir angkutan umum dengan istri dan anak-anaknya adalah agar pekerjaan Tuhan dapat dinyatakan atas keluarga ini. Saya membayangkan betapa keluarga ini hidup penuh kesulitan bertahun-tahun bahkan mungkin berpuluh-puluh tahun hanya untuk kemudian di acara televisi rohani 30 menit menerima sumbangan berupa uang sebesar Rp.3.000.000,- (tiga juta rupiah) dan sejumlah barang-barang dagangan seperti kopi, minuman anak-anak dan sebuah blender minuman. Saya pikir ini setelah acara ini selesai dan uangnya habis, apakah keluarga bapak ini akan bisa hidup keluar dari kondisi ekonomi yang sulit hanya dengan tambahan jualan minuman anak-anak dan kopi?

Betapa miskinnya Tuhan kita bila semua penderitaan berpuluh-puluh tahun dari sebuah keluarga hanya dinyatakan dengan bantuan yang tidak lebih dari 3 juta rupiah sebagai pekerjaan Elohim. Betapa tidak adilnya Tuhan kita bila keluarga ini harus mengalami kesengsaraan berpuluh-puluh tahun hanya agar pekerjaan Tuhan dapat dinyatakan dalam 30 menit dan uang 3 juta rupiah. Sungguh kejam Tuhan kita bila orang harus buta sejak lahir hingga ia dewasa hanya agar Yeshua dapat menunjukkan bahwa Ia dapat menyembuhkan yang buta.



next:   Kesalahan Siapa? >>







  ARTICLE CONTENT:
1. Mengapa Ada Yang Lahir     Cacat?
2. Tuhan Mengijinkan?
3. Kesalahan Siapa?
4. Menyaring Yang Benar dan     Yang Salah.
5. siapakah YANG BERDOSA     sehingga ia dilahirkan buta?
6. Terang Itu...!
7. Renungkan dan Mengucap     Syukur.

      

  BULLETINS


 
Home | Articles & Readings | News & Events | Teachings | Q&A | Prophetic Mission
Mission In Picture | Prayer | Worship |Bulletins |Resources | About Us | Contact Us
Copyrights 2008 Cherubims Prophetic Ministry. All Rights Reserved.