Apakah Kedatangan TUHAN Seperti Pencuri?

Apakah kedatangan Tuhan Yeshua Hamasiah yang kedua kali di muka bumi ini akan seperti pencuri yang datang di malam hari bagi kita? Pertanyaan ini sungguh penting untuk di jawab karena jawaban kita merupakan translation dari iman yang kita percaya. Beberapa pemimpin umat memperkatakan hal yang prinsip ini dengan mulut mereka di dalam media-media besar, bahwa kedatangan Tuhan seperti pencuri di malam hari bagi kita. Dan pendapat ini kemudian menjadi pendapat umum orang Kristen dewasa ini. Tentunya ini interprestasi manusia yang sangat disayangkan karena ternyata Kitab Suci kita tidak pernah berpendapat demikian bagi umat Kristen. Dan karena ini merupakan hal prinsip di dalam hidup keimanan kita maka kita perlu untuk meluruskan bahkan mengkoreksi kembali perkataan-perkataan seperti itu dengan mengungkapkan apa yang FIRMAN TUHAN katakan mengenai kedatangan-Nya nanti.

Apakah kedatangan Tuhan seperti pencuri bagi kita? Pertanyaan seperti ini mungkin sudah terlalu akrab di telinga banyak orang Kristen, dan sangat sering diperkatakan di dalam semua strata rohani kekristenan kita. Banyak gereja Tuhan (orang Kristen) kehilangan motivasi untuk mencari kebenarannya karena anggapan final bahwa kedatangan Tuhan yang kedua kalinya di muka bumi ini memang akan terjadi seperti pencuri di waktu malam. Bertahun-tahun kita mendengar pernyataan seperti itu diberitakan dari mimbar-mimbar gereja bahkan dari lembaga-lembaga tinggi gereja. Dan kebanyakan orang cenderung untuk menerima saja anggapan tersebut hanya karena yang menyatakannya adalah pendetanya atau otoritas gerejanya atau kelembagaannya. Kita akan mudah menemukan orang Kristen yang menganggap bahwa kedatangan Tuhan akan seperti pencuri, tetapi akan sangat sulit menemukan orang yang berpendapat sebaliknya mengenai hal tersebut. Itulah fakta yang kita temukan di dalam gereja Tuhan dimanapun di negeri ini bahkan di dunia. Pernyataan tersebut sudah menjadi pendapat atau anggapan umum dari gereja yang sedang menanti kedatangan Yeshua Hamasiah kembali ke dunia ini, kedatangan-Nya akan seperti pencuri bagi semua orang. Yang menyedihkan lagi, pemberitaannya bukan hanya di mimbar-mimbar gereja tetapi bahkan telah disuarakan oleh orang-orang yang memegang kedudukan/jabatan tinggi di dalam kelembagaan gereja, berbicara dengan mengatas-namakan umat Tuhan.

Sebenarnya apakah pernyataan itu suatu kebenaran yang dinyatakan Kitab Suci? Apakah benar kedatangan Yeshua Hamasiah akan seperti pencuri di waktu malam? Apakah tidak seorangpun mengetahui waktu kedatangan Tuhan? Apakah Tuhan merahasiakan kedatangan-Nya kepada gereja yang adalah Tubuh-Nya sendiri? Apakah anak tidak tahu kedatangan Bapa-nya? Dan banyak pertanyaan dapat ditambahkan lagi. Kemudian, bagaimana kita menjelaskan firman Tuhan dalam Amos 3:7 "Sungguh, Tuhan Elohim tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi". Apakah Tuhan benar-benar tidak berbuat sesuatu tanpa sebelumnya menyatakan keputusannya kepada hamba-hamba-Nya kecuali mengenai kedatangan-Nya? Dengan perkataan lain, Tuhan tidak perlu menyatakan waktu kedatangan-Nya kepada para hamba-hamba (gereja) Nya?

Tentunya tidak demikian halnya. Bila Tuhan menyatakan tidak akan berbuat sesuatu (does nothing) itu berarti benar-benar tidak berbuat apapun termasuk datang kembali ke bumi, kecuali kalau Ia menyatakan rencana kedatangan-Nya terlebih dahulu kepada hamba-Nya, para nabi dalam gereja-Nya (revealing His plan to His servants the prophets).

Di masa-masa akhir ini gereja Tuhan perlu untuk termotivasi dalam mencari dan menggali firman Tuhan untuk mencapai kebenaran dan bahkan sekaligus meluruskan pendapat-pendapat manusia atau lembaga, dan menyesuaikannya dengan kebenaran firman Tuhan. Firman Tuhan memiliki sifat pararel, saling kait-mengait dan saling berhubungan dan meneguhkan satu dengan lainnya. Oleh karenanya kita tidak akan pernah kehilangan jawaban dari segala pertanyaan, termasuk mengenai kedatangan-Nya, apabila kita menemukan "mata rantai yang hilang" dari hubungan paralel firman kebenaran-Nya, suatu jawaban atas misteri ke-Elohim-an.

Tentunya jemaat Tuhan di akhir zaman ini membutuhkan jawaban yang benar untuk menjadi dasar dan landasan iman dari segala tindakan dan perbuatannya. Jawaban atas segala sesuatu merupakan kebutuhan utama yang dinantikan bahkan oleh semua manusia. Ketidak-tahuan merupakan kebutaan rohani yang dapat menjadi sangat berbahaya di zaman yang akan berakhir ini. Kita tidak mungkin melakukan sesuatu dalam ketidak-tahuan, itu pasti bukan keinginan Tuhan.

Di zaman menjelang kedatangan-Nya ini Tuhan ingin menemukan gereja-Nya yang dewasa, yaitu mereka yang mengerti apa yang mereka percaya, mereka yang mengerti apa yang mereka lakukan, mereka yang mengerti untuk tujuan apa menjadi orang Kristen. Kepercayaan tanpa pengertian tidak mungkin melahirkan iman karena iman lahir dari pengertian tentang apa yang kita percaya, dan pengertian dilahirkan oleh pengetahuan kebenaran.

Waktunya sekarang untuk tidak meninggalkan tanda-tanya apapun di dalam hidup kekristenan kita, waktunya untuk mencari jawaban atas segala kebingungan dan ketidak-pastian, jangan biarkan segalanya tetap menjadi pertanyaan. Kita membutuhkan kepastian ditengah dunia yang tidak pasti ini. Kebenaran Tuhan adalah kepastian, ya dan amin. Hati yang termotivasi untuk rindu mencari jawab adalah respons yang benar.

Sebenarnya, dibalik segala pertanyaan jemaat Tuhan tersirat adanya suatu kerinduan (spiritual desire) untuk mengerti dan memahami kebenaran Tuhan, khususnya dalam hubungannya dengan waktu kedatangan Tuhan yang kedua kalinya nanti. Gereja Tuhan rindu untuk mengenal dan mengenal lebih lagi, bukan hanya untuk memuaskan kehidupan rohani saja tetapi lebih dari semua itu, untuk membangun hubungan yang berkwalitas dengan Tuhan, dan tentunya untuk mempersiapkan diri secara benar bagi kedatangan Tuhan yang dapat dipercaya akan terjadi di dalam generasi ini. Di dalam hati sebagian orang bahkan ada ketidakpuasan dalam menghadapi stagnasi pertumbuhan rohani yang mungkin secara tidak sadar dirasakan. Merasa bertahun-tahun menjadi orang Kristen tetapi segalanya tetap menjadi misteri dengan ribuan pertanyaan.

Apakah Tuhan memberikan segala firman-Nya dengan maksud untuk menjadi teka-teki bagi gereja-Nya? Tentu saja tidak! Tetapi memang dibutuhkan respons yang lebih daripada sekedar rasa ingin tahu saja.

Pengungkapan kebenaran oleh Ruach HaKodesh di dalam setiap orang dimulai dari lahirnya suatu kesaksian roh akibat dari respons demi respons yang dinyatakan orang tersebut. Kebenaran yang kemudian dimengerti (menjadi rhema, bukan hanya sebatas logos di kepala saja) pada waktunya akan mengakibatkan kemerdekaan bagi orang tersebut, termasuk kemerdekaan dari ketidaktahuan.

Firman Tuhan mengatakan "umat-Ku binasa karena lack of knowledge" (Hosea 4:6). Artinya gereja Tuhan sedang berjalan kepada kebinasaan karena tidak adanya pengetahuan, karena tanpa pengetahuan tidak mungkin melahirkan iman yang menyelamatkan. Pengetahuan mengenai kedatangan Tuhan yang kedua kalinya akan memotivasi gereja-Nya, bahkan akan membawa dan menuntun gereja-Nya untuk mempersiapkan diri.

TUHAN DATANG SEPERTI PENCURI?
"Lihatlah, Aku datang seperti pencuri. Berbahagialah dia, yang berjaga-jaga dan yang memperhatikan pakaiannya, supaya ia jangan berjalan dengan telanjang dan jangan kelihatan kemaluannya" (Wahyu 16:15). "Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada diatasnya akan hilang lenyap" (2 Petrus 3:10).

Dua ayat tersebut diatas cukup mewakili kesan yang ditimbulkannya ketika kita hanya membaca atau mengutip ayat tanpa memperhatikan dalam konteks apa ayat-ayat tersebut berbicara dan bagaimana relevansi atau hubungan paralelnya dengan ayat-ayat lain. Dengan hanya mencomot ayat tersebut maka kesan pertama yang muncul adalah bahwa Tuhan akan datang seperti pencuri. Dan ini bukan masalah sederhana karena faktanya sebagian besar gereja Tuhan mempunyai pandangan demikian mengenai kedatangan Tuhan yang kedua kalinya nanti. Dan juga bukan masalah yang sederhana untuk meluruskan kesalahan tersebut kepada kebenaran, terutama ketika kesan tersebut sudah "mendarah daging" menjadi semacam tembok bahkan benteng doktrin yang memenjara umat Tuhan di dalam ketidaktahuan dan ketidak-mengertian.

Di dalam beberapa kelas pemuridan sering terjadi "walk out" ketika kebenaran ini dinyatakan, parahnya lagi mereka bahkan menjadi pengejek-pengejek sebagaimana telah dinubuatkan dalam 2 Petrus 3:3-4. Ketidak-dewasaan spiritual sekaligus kebodohan dan kemiskinan pengetahuan ditambah lagi unsur kesombongan rohani selalu akan merangkai pola tingkah laku negative dalam sikap perangai agamawi yang berlebihan dan kekanak-kanakan.

Selain membaca ayat-ayat firman Tuhan dengan mengabaikan konteksnya, maka mengabaikan sifat paralelitas firman Tuhan merupakan kesalahan yang juga dapat berakibat fatal di dalam usaha menemukan pengertian kebenaran Tuhan. Mencari peneguhan demi peneguhan merupakan keharusan untuk menguji kebenaran. Sayangnya, banyak gereja Tuhan (kelembagaan maupun kelompok atau pribadi), tidak memiliki kecenderungan seperti itu sehingga mudah sekali masuk kedalam jerat-jerat Iblis yang selalu berusaha membutakan dan mengalihkan kebenaran dengan apa yang tampaknya sebagai kebenaran yang didukung dengan pencomotan ayat-ayat firman Tuhan secara ngawur dan tidak bertanggungjawab.

Dalam kondisi seperti itu, persepsi orang (gereja/umat Tuhan) tentang kedatangan Yeshua Hamasiah untuk yang kedua kalinya, secara umum dapat kita klasifikasikan di dalam dua jenis atau dua kategori besar sebagaimana telah dinubuatkan/digambarkan di dalam Kitab Suci kita, yaitu: gereja yang skeptis, dan gereja yang berpengetahuan. Pembagian dalam rumusan Kitab Suci ini sangat perlu diperhatikan karena periode waktu penggenapannya terjadi di generasi yang hidup di hari-hari terakhir ini.

Secara umum kita pun dapat memperkirakan seberapa besar persentase dari masing-masing kategori diatas, yaitu dengan menyaksikan kehidupan dan pandangan umum gereja Tuhan di dalam generasi ini tentang kedatangan Tuhan kembali. Apakah kondisinya membesarkan hati atau justru sebaliknya? Ataukah kita perlu lebih banyak mengerjakan pekerjaan rumah kita dengan berdoa dan bekerja lebih intensif lagi bagi eksistensi gereja Tuhan dan pemahaman kebenarannya? Benar sekali! Pencemaran dunia atas gereja Tuhan di ujung akhir zaman ini telah melampaui batasnya, dan siapa yang akan bertindak?

Gereja yang skeptis dan gereja yang berpengetahuan, adalah dua kondisi gereja Tuhan yang bertabrakan dalam keyakinan. Ironisnya, golongan skeptis jauh lebih besar dalam kwantitas, dan menjangkau semua status dan wilayah hidup kekristenan dalam strata-stratanya, apakah itu jemaat biasa, pelayan-pelayan Tuhan, sampai kepada para pemegang otoritas kelembagaan. Iblis bekerja tanpa memandang muka, dan keberhasilannya seharusnya menjadi concern yang sangat serius bagi gereja Tuhan.

Dua jenis (kategori umum) gereja Tuhan di ujung akhir zaman:
1. Mereka yang skeptis ---> menjadi pengejek-pengejek dalam 2 Petrus 3:3-4 dan Yudas 1:18.
2. Mereka yang mengerti zaman dan masa/periode kedatangan Tuhan ---> orang-orang bijak (Matius 2), anak-anak terang (1 Tesalonika 5:1-6), orang-orang yang belajar dan mengerti tanda-tanda zaman (Matius 24:32-33).

Catatan:
- Hadirnya gereja Tuhan yang skeptis di ujung akhir zaman ini akan diimbangi oleh kehadiran mereka yang mengerti pola waktu dan periode waktu kedatangan Tuhan sesuai dengan Visi Global Elohim, walaupun secara kwantitatif tidak berimbang (ini soal kwalitas).

- Pengetahuan tentang peristiwa-peristiwa akhir zaman di dalam penggenapan Visi Global Elohim akan berdampak besar kepada kehidupan, kesaksian, dan prioritas hidup kita. Pemahaman yang salah akan menuntun kepada kesalahan bahkan penyesatan.

ORANG-ORANG SKEPTIS (kriteria 2 Petrus 3)
"Saudara-saudara yang kekasih, ini sudah surat yang kedua, yang kutulis kepadamu. Di dalam kedua surat itu aku berusaha menghidupkan pengertian yang murni oleh peringatan-peringatan, supaya kamu mengingat akan perkataan yang dahulu telah diucapkan oleh nabi-nabi kudus dan mengingat akan perintah Tuhan dan Juruselamat yang telah disampaikan oleh rasul-rasul kepadamu. Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya. Kata mereka: "Dimanakah janji tentang kedatangan-Nya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan". Mereka sengaja tidak mau tahu, bahwa oleh firman Elohim langit telah ada sejak dahulu, dan juga bumi yang berasal dari air dan oleh air, dan bahwa oleh air itu, bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah. Tetapi oleh firman itu juga langit dan bumi yang sekarang terpelihara dari api dan disimpan untuk hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik. Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa dihadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari. Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada orang yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada diatasnya akan hilang lenyap"(2 Petrus3:1-10).

UNSUR-UNSUR UTAMA SKEPTISME:
a. Tidak mengingat perkataan-perkataan para nabi kudus dan para rasul (ayat 1-2) (bd. Lukas 24:25; 16:31).
-Para nabi dan para rasul dalam konteks ini jelas mewakili hamba-hamba Tuhan di dalam dua wilayah periode perjanjian, nabi mewakili kitab Perjanjian Lama (The Flesh Covenant) dan rasul mewakili kitab Perjanjian Baru (The Spirit Covenant). Perkataan-perkataan para nabi dan rasul tertulis dalam bentuk nubuatan. Sehingga jelas maksud ayat diatas, bahwa adalah keinginan Tuhan untuk gereja-Nya dibangun diatas dasar rasul dan nabi dengan Yeshua Hamasiah sebagai batu penjuru (Efesus 2:20), dengan berbasiskan Taurat dan Injil (Perjanjian Baru).

-Disisi lain ada gereja Tuhan bersikap "tidak mengingat perkataan-perkataan para nabi kudus dan para rasul", mereka terkadang berusaha untuk mengingkari korelasi antar keduanya, mereka kehilangan pengertian atas hubungan keduanya. Telah menjadi kondisi umum bahwa banyak gereja tidak memiliki cukup pengertian tentang kaitan yang erat antara Taurat dan Injil, khususnya mengenai "gambaran atau bayangan" dan "perwujudan" (bd. Ibrani 10:1). Orang-orang yang bersikap skeptis kemudian mendasari pandangan-pandangannya pada hal-hal yang meragukan bahkan seringkali menyesatkan, seperti ramalan-ramalan tanpa dasar, prediksi-prediksi yang terlalu umum, dan apa kata orang. Peran doktrin-doktrin kelembagaan memegang peran besar di dalam meniadakan dinamika firman yang Roh dan Hidup di dalam pertumbuhan jemaat Tuhan. Kata "menghidupkan pengertian yang murni" (stir up your pure minds / to arouse pure thoughts in your minds) dalam ayat tersebut menyatakan keadaan gereja yang sebenarnya telah kehilangan pengertian yang murni. Kebenaran telah tergantikan oleh pikiran-pikiran manusia, filsafat manusia, dan doktrin-doktrin manusia. Gereja menjauh dari Tuhan-nya tanpa disadari. Kemampuan gereja untuk menjawab tantangan dunia hilang lenyap karena tanpa sadar gereja sedang berkompromi dengan dunia.

b. Menjadi pengejek-pengejek (ayat 3-4) (ref: Yudas 1:18).
Kitab Suci kita memberikan indikasi dan identitas yang jelas mengenai keberadaan pengejek-pengejek ini sehingga kita tidak perlu mencari-cari pengertian lainnya atau mendefinisikannya kembali.

-Kriteria pertama dari pengejek-pengejek ini adalah orang-orang yang hidup menurut hawa nafsu (kedagingan) mereka (walking after their lusts) (ayat 3). Mereka adalah orang-orang Kristen yang hatinya penuh dengan motivasi duniawi. Kehidupan mereka adalah kehidupan yang dituntun oleh hal-hal kedagingan bukan oleh tuntunan Ruach HaKodesh. Bandingkan dengan pernyataan Tuhan di dalam Roma 8:1 (KJV) tentang mereka yang "walk not after the flesh, but after the Spirit". Apa yang mereka ejekkan? Kata mereka: "Dimanakah janji tentang kedatangan-Nya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan".

Mereka mengejek mengenai janji kedatangan Yeshua Hamasiah yang kedua kalinya di muka bumi ini. Bukankah hal seperti ini yang sering sekali kita dengar di lingkungan gereja Tuhan saat ini? Seorang hamba Tuhan dengan pengetahuan mengenai masa/waktu kedatangan Tuhan akan menjadi sasaran ejekan, terlebih lagi di hari-hari ini. Itu konsekwensi dari pernyataan kebenaran. Kebenaran Tuhan akan selalu diejek oleh kebenaran-kebenaran manusia, yang dari sorga selalu ditolak oleh dunia yang telah dikuasai Iblis ini. Sebenarnya para pengejek ini sedang menertawakan kebodohannya sendiri. Dan jangan heran bila yang mengejek itu memiliki jabatan-jabatan tinggi di dalam lembaga kekristenan, atau memiliki gelar-gelar hebat, atau gembala-gembala yang memiliki ratusan ribu jemaat. Secara firman Tuhan mereka hanyalah orang-orang yang hidup di dalam hawa nafsu mereka yang menyesatkan.

-Kriteria kedua dari pengejek-pengejek ini adalah orang-orang yang tidak mau tahu bahwa segala sesuatu berasal dari air dan oleh air (ayat 5-7). Air merupakan symbol yang dipakai Kitab Suci untuk menggambarkan firman Tuhan yang mengalir membawa kehidupan spiritual atas manusia (bd. Yohanes 1:1-14 yang menyatakan Firman itu adalah Yeshua Hamasiah sendiri). Para pengejek diidentifikasikan sebagai orang-orang yang "tidak mau tahu" bahwa kedatangan Tuhan adalah janji firman Tuhan yang pasti akan digenapi. Pengungkapan janji ini hanya akan diketahui melalui pendalaman pengetahuan tentang Visi Global Elohim yang sempurna. Pengetahuan tersebut di-impartasikan ketika kita meresponi-nya, sehingga terungkap apa yang menjadi kerinduan Tuhan sendiri ketika Ia menyatakan sesuatu yang menjadi rahasia-rahasia Kerajaan-Nya.

-Kelengkapan ini yang hilang atau tidak ada pada para pengejek tersebut, bahwa segala sesuatu mengenai kedatangan-Nya hanya dapat diketahui dengan menggali kandungan rahasia firman Tuhan oleh Ruach HaKodesh (dari air dan oleh air) sampai hikmat Elohim itu memberikan pengertian demi pengertian atas kebenaran-Nya yang tidak terbantahkan.

-Kriteria ketiga dari pengejek-pengejek ini adalah tidak mengetahui bahwa dihadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari (ayat 8). Artinya tidak mengetahui perhitungan dan pola waktu Tuhan. Lupa bahwa kitab Pengkhotbah 3:1 menyatakan: "Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya".

Waktu merupakan sarana yang Tuhan adakan untuk memproses manusia kedalam kesempurnaannya. Karena pada prinsipnya tidak ada satu ciptaanpun yang sempurna tanpa melalui proses kesempurnaan, hanya Elohim yang sempurna tanpa proses karena Ia adalah kesempurnaan itu sendiri. Sejak dosa Adam, maka Tuhan menyatakan waktu-Nya untuk membawa manusia kembali kepada kesempurnaannya melalui beberapa tahapan proses di dalam pola waktu Tuhan, termasuk proses penebusan (karya salib) Hamasiah yang dilakukan oleh Yeshua Hamasiah sendiri untuk "membayar" dosa-dosa manusia. Dan ketika waktunya selesai, Ia akan datang kembali untuk hidup bersama gereja-Nya di dalam Kerajaan 1000 Tahun (di hari ketujuh Tuhan).

-Tidak adanya pengetahuan mengenai waktu dan pola waktu Tuhan menjadikan gereja Tuhan sebagai pengejek-pengejek yang tidak mengerti apa yang diejeknya. Mengetahui dan mengerti pola kerja Tuhan dalam waktu akan menuntun gereja-Nya kepada pembagian-pembagian wilayah waktu atau kita sebut dengan zaman. Setiap zaman memiliki kekhususan sendiri sesuai dengan visi dan misi dan tujuan serta target Tuhan atas manusia. Zaman Bapa disebut dengan zaman awal penciptaan dimana manusia diproses dalam pembentukan. Zaman Anak disebut zaman penebusan dimana proses manusia berlanjut dengan penebusan dosa. Dan zaman Ruach HaKodesh disebut zaman gereja atau zaman bangsa-bangsa dimana manusia masuk kedalam proses penciptaan kembali oleh Roh-Nya (kita akan membahas hal-hal tersebut dalam materi study Alfa & Omega, dan Peta Zaman).

-Pola waktu ini juga diterapkan di dalam bentuk kehidupan manusia yang lebih kecil, yaitu kehidupan individu/pribadi umat Tuhan. Pengetahuan melahirkan pengertian untuk apa Tuhan berjalan dalam pola waktu tertentu, dan bagaimana perwujudan akhir dari diselesaikannya seluruh rancangan Tuhan atas manusia, serta kapan berakhirnya waktu itu sendiri.

CherubimsOnline.com 2008