INJIL BARNABAS: Injil Palsu, Kesaksian Palsu, Kebenaran Palsu.

"Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Hamasiah telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain, yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Hamasiah. Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia. Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia. Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia"(Galatia 1:6-9,11).

Telah dinubuatkan bahwa diujung akhir zaman akan hadir mesias-mesias palsu, nabi-nabi palsu, guru-guru palsu dan pengajar-pengajar sesat (bd. Matius 24:24; Markus 13:22). Penentang-penentang kebenaran ini sesungguhnya adalah serigala yang menyamar sebagai domba, yaitu manusia dengan roh Iblis yang sedang menjalankan target akhir penyesatan atas gereja Tuhan menjelang kedatangan kembali Yeshua Hamasiah. Kitab Suci telah sejak awal mengidentifikasi hal penyesatan yang berlaku bagi segala zaman tersebut, dan memperingati gereja-Nya untuk tidak terjebak kedalam perangkap Iblis yang memutarbalikkan kebenaran.

"Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Elohim; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia" (I Yohanes 4:1). "Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Tuhan, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka"
(2 Petrus 2:1).

Sudah dapat dipastikan bahwa beredarnya kitab yang dikenal sebagai "Injil Barnabas" sama sekali tidak berkaitan dengan kekristenan. Kitab itu adalah kesaksian palsu dari Injil Kebenaran dan merupakan satu upaya (strategi Iblis) untuk memutarbalikkan fakta dan menggantikannya dengan sesuatu yang secara langsung menghujat kebenaran.

Dari namanya saja (Injil Barnabas) seakan ada usaha untuk mengkultuskan seorang manusia yang bernama Barnabas. Kita tidak mengingkari bahwa keberadaan tokoh Barnabas tercatat di dalam Kitab Suci sebagai salah satu murid setelah kematian Yeshua Hamasiah yang menjadi rekan sekerja Paulus. Tetapi pemakaian namanya atas Injil secara terpisah dari Injil Hamasiah jelas bertujuan mengekpose penampilan pribadi, dan ini jelas bertentangan dengan Injil Kebenaran. Galatia 1:11 menegaskan bahwa Injil bukanlah Injil manusia, sehingga tidak seorangpun, kecuali Yeshua Hamasiah, yang berhak memakai nama pribadinya atas Injil Kebenaran. Tidak ada Injil Matius, Injl Markus, Injil Lukas, Injil Yohanes yang berdiri sendiri-sendiri. Kelima Injil tersebut terangkum dalam satu kesatuan yang tak terpisahkan di dalam nama Injil Yeshua Hamasiah.

PENIPUAN YANG BODOH
Satu referensi menulis: "Dalam banyak hal kitab ini (Injil Barnabas) disamakan atau disesuaikan dengan bentuk dan maksud tafsir Al Qur'an yang ditulis oleh Museilma, si pendusta, atau yang dikarang oleh Al-Fadhl bin Rabi'. Kitab yang dikaitkan dengan Barnabas ini diterjemahkan ke dalam bahasa Arab oleh Dr. Khalil Sa'adah, dari salinan dalam bahasa Inggris pada tahun 1907 untuk memenuhi permintaan Sayyid Muhammad Rashid Ridha, pendiri majalah Manar.

Semua itu ditolak sepenuhnya oleh orang-orang Kristen karena terjemahan itu merupakan satu pemalsuan naskah dan pemutarbalikkan fakta. Yang menerimanya hanya suatu sekte beraliran Islam. Mereka berbuat demikian dengan alasan yang sangat sederhana, yaitu karena bagian-bagian kitab itu menyokong pernyataan bahwa Yeshua Hamasiah (Al-Masih) tidak disalibkan, Yudas-lah yang disalibkan menggantikan Dia".

Disini, menggantikan Yudas dalam posisi Yeshua Hamasiah benar-benar menggelikan. Persyaratan "domba yang tidak bercacat dan bercela" untuk penebusan dunia sama sekali tidak mungkin dipenuhi oleh Yudas bahkan oleh manusia siapapun. Selama keturunan roh manusia masih berhubungan dengan garis keturunan Adam, dia tidak mungkin melakukan penebusan dosa.

Syarat itu menuntut manusia yang bebas dari dosa spiritual Adam, dan satu-satunya manusia yang demikian adalah Yeshua Hamasiah. Di dalam Roh-Nya terputus garis keturunan Adam, karena Ia bukan dilahirkan dari sperma laki-laki, melainkan dari Ruach HaKodesh, dan ini diakui oleh kitab suci-nya orang Islam. Walaupun kita tidak perlu pengakuan dari siapapun tentang kebenaran Elohim, namun fakta ini ada. Semua roh manusia berdosa karena Adam kecuali yang bukan keturunan roh Adam. Dia satu-satunya manusia yang memenuhi syarat penebusan dosa dunia, hanya Dia, dan tidak mungkin tergantikan dengan Yudas atau siapapun yang jelas-jelas keturunan roh Adam.

Teori pembodohan yang diekspose Injil Barnabas berangkat dari kebodohan juga. Orang bodoh berusaha mengelabui atau menipu dengan kebodohannya. Hanya orang bodoh yang percaya kebodohan berkelanjutan seperti itu. Bagi gereja Tuhan yang mengerti arti karya Salib Hamasiah, Injil seperti itu hanyalah bualan picisan yang terlalu murah untuk ditanggapi.

Kehadiran Injil Barnabas memang berangkat dari kebodohan, tetapi bukan berarti Iblis itu makhluk bodoh. Kitab Suci bahkan mengakui Iblis adalah "bapak segala dusta" penipu ulung dan dia professional di bidang tersebut. Pertentangan mengenai Injil Barnabas di dalam gereja Tuhan, seperti biasa, adalah perbuatan setan-setan yang sengaja meng-ekspose-nya sebagai pengalih perhatian atas pekerjaan-pekerjaannya Iblis yang cerdas di dalam lingkungan gereja Tuhan.

Sama seperti pemunculan gereja setan yang diekspose besar-besaran, adalah staregi Iblis yang jitu untuk menutupi pekerjaan-pekerjaan penyesatannya di dalam gereja melalui kelembagaan ataupun hamba-hamba Tuhan. Semua yang terlalu cepat diekspose (sebagaimana gereja setan dan juga Injil Barnabas dan sejenisnya) seharusnya tidak memancing kita untuk terpancing kesana, karena sebenarnya Iblis sedang berusaha menutup-nutupi suatu bentuk penipuan yang "cerdas" di dalam lingkungan gereja Tuhan. Menanggapi atau bereaksi terhadap kasus murahan seperti Injil Barnabas ini hanya menghabiskan energi yang tidak perlu. Sampah-sampah penyesatan yang murahan. Di dalamnya tidak ada kebenaran dan kehadirannya disengaja untuk tujuan penyesatan di akhir zaman. Dalil-dalil dan konsep-konsepnya terlalu lemah bahkan untuk diperdebatkan

BEBERAPA PANDANGAN
Sebagian besar peneliti, dengan bukti-bukti masing-masing, berpendapat bahwa Injil Barnabas tidak pernah ada sebelum abad ke 15. Sehingga disimpulkan bahwa ini adalah hasil rekayasa oknum tertentu yang beraliansi dengan Islam. Sarjana-sarjana muslim sendiri bersilang pendapat mengenai hal-hal yang dibahas di dalam Injil Barnabas tersebut, khususnya mengenai akhir kehidupan Isa Al-Masih. Al-Tabari berbeda pendapat dengan Al-Badhawi, dan Al-Badhawi berbeda pendapat dengan Ibn Kathir, demikian juga atas sarjana-sarjana yang muncul kemudian. Barnabas sendiri hidup di zaman Yeshua Hamasiah, dan tidak pernah diketahui ia menyatakan Injil yang bertentangan atas namanya.

Satu referensi menulis: "Jika kita hubungkan dengan tulisan-tulisan Muslim seperti "Golden Pastures" (oleh Al-Mas'udi), "The Beginning and the End" (oleh Imam 'Imad-ud-Din, dan "Ibrizi's Version), kita dapat mencatat bahwa dalam karya-karya tulisan mereka mengakui bahwa Injil orang Kristen ditulis oleh keempat penulis Injil, yakni Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes. Al-Mas'udi menulis, "Kami telah menyebutkan nama-nama kedua belas dan ketujuh puluh murid-murid Al-Masih, tentang penyebaran mereka di seluruh negeri, dan berita-berita lain meliputi pekerjaan dan tempat penguburan mereka. Penulis keempat Injil termasuk Yohanes dan Matius ada diantara kedua belas orang itu, sedangkan Lukas dan Markus ada diantara kelompok tujuh puluh" (Al-Tanbih wal Isharaf, halaman 136)". Jelas sekali tidak ada satupun pengakuan yang secara jelas menyatakan adanya Injil Barnabas. Pada masa pembentukan Kitab Suci oleh para pemimpin gereja sejak awal tidak pernah menyinggung tentang Injil Barnabas yang memang tidak ada.

Dengan menelusuri jejak awal kehadiran Injil Barnabas maka diketahui bahwa pada tahun 1709 naskah Injil palsu tersebut dimiliki oleh seorang penasihat spiritual Raja Prusia. Tahun 1738 naskah tersebut disimpan sebagai koleksi Perpustakaan kota Wina. Melalui penelitian diketahui bahwa naskah tersebut bersumber dari kebudayaan Timur Tengah yang berbahasa Arab. Terdapatnya bahasa Arab di catatan pinggirnya menguatkan bukti tersebut.

Selanjutnya melalui pengujian kertas dan tinta dengan teknologi Karbon-14 diketahui naskah tersebut ditulis pada akhir abad 15 atau 16 saja, dan tidak lebih tua daripada itu. Melalui pembuktian material tersebut Injil Barnabas terbukti kepalsuannya. Itu hanya berita murahan tanpa dasar. Sekali lagi, hanya orang Kristen yang begitu bodoh yang akan tertipu dengan menganggap Injil itu sebagai "kebenaran yang diungkapkan" sebagaimana banyak kita baca dalam literatur Kristen.

Dr. Sale, seorang sarjana Inggeris, mengatakan bahwa ia menemukan naskah Injil palsu tersebut dalam bahasa Spanyol yang ditulis oleh seorang Ukraina bernama Mustafa Al -Arandi, yang telah menerjemahkan naskah itu dari bahasa Italia. Dalam pendahuluannya salinan naskah ini menyatakan bahwa seorang biarawan bernama Marino, yang dekat dengan Paus Sixtus V, mengunjungi perpustakaan Paus pada satu hari di tahun 1585, dan menemukan sebuah surat dari St. Irenaeus yang isinya mengeritik Rasul Paulus, dan mendasarkan kritikannya itu pada Injil Barnabas. Biarawan ini menggunakan kesempatan untuk mencari buku itu, tanpa pernah menemukannya. Setiap orang yang akhirnya membaca tulisan St. Irenaeus tidak menemui petunjuk apapun menyangkut Injil Barnabas dan juga tidak ada kritikan dalam bentuk apapun yang katanya ditujukan kepada Rasul Paulus.

Memang ada satu fakta yang dapat diketahui oleh setiap orang. Tertulis dalam litab Kisah Para Rasul bahwa Barnabas sendiri melayani bersama-sama dengan Paulus selama Paulus memberitakan Injil di Yerusalem, Antiokia, Ikonium, Listera dan Derbe. Barnabas juga memberitakan Injil bersama keponakannya di pulau Siprus. Ini menyatakan bahwa Barnabas adalah seorang yang percaya pada Injil Hamasiah yang diberitakan oleh Paulus, Markus dan Rasul-Rasul lainnya. Dan Inti daripada Injil Hamasiah yang menjadi dasar kepercayaan dan pemberitaan mereka dapat disingkatkan dalam satu kalimat pendek: bahwa Yeshua Hamasiah telah mati di kayu salib sebagai korban penebusan bagi dosa-dosa dunia dan bangkit kembali pada hari ketiga untuk membenarkan setiap orang yang percaya kepada-Nya. Karena Injil Barnabas menyangkali akan dasar kenyataan ini, maka buktinya pun sudah jelas bahwa kitab tersebut adalah kitab palsu.

Beberapa sarjana lain beranggapan bahwa penulis Injil Barnabas ini adalah biarawan Marino sendiri sesudah ia memeluk agama Islam dan berganti nama sebagai Musatafa Al-'Arandi. Sarjana lainnya cenderung percaya bahwa versi Italia Marino ini bukan copy yang pertama karena diterjemahkan dari bahasa Arab sebagai naskah yang asli.

Setiap orang yang membaca injil palsu Barnabas dapat menyadari bahwa penulisnya memiliki pengetahuan Al Qur'an dan hampir seluruh isinya merupakan terjemahan secara hurufiah dari ayat-ayat Al Qur'an yang jelas bertentangan dengan Injil Kebenaran Elohim. Satu-satunya di antara yang pertama mamahami pandangan ini adalah Dr. White, di tahun 1784.

SIAPA OKNUM PENGARANGNYA?
Apapun pandangan-pandangan para peneliti, yang pasti adalah bahwa buku ini mengkaitkan sejarah Yeshua Hamasiah dalam suatu bentuk yang diselaraskan dengan isi Al Qur'an dan bertentangan dengan isi Injil Tuhan. Hal ini menuntun kita untuk meyakini, bahwa penulisnya adalah seorang Kristen yang kemudian memeluk agama Islam.

Buku ini juga berisikan ungkapan-ungkapan yang cocok dengan tulisan-tulisan di zaman awal kehadiran Islam (kira-kira 600 tahun sesudah Yeshua hamasiah). Pernyataan-pernyataan-nya memperlihatkan bagaimana penulis Injil Barnabas berusaha untuk "menggantikan" posisi Yeshua Hamasiah dengan manusia lain untuk tujuan penipuan dan penyesatan. Pemutar balikkan fakta dalam mencomot kalimat-kalimat Injil Yeshua Hamasiah adalah keahlian Iblis yang sudah dimulai sejak "Taman Eden" dengan menipu Hawa. Di era Perjanjian Baru trik yang sama dilakukan Iblis ketika "mencobai" Yeshua Hamasiah di padang gurun. Di ujung akhir zaman ini Iblis juga melakukan hal yang sama atas gereja Tuhan. Dusta yang berkesinambungan…!

BERTENTANGAN DENGAN INJIL
Tak terbilang banyaknya bukti-bukti yang menunjukkan bahwa penulis Injil Barnabas ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan para Rasul atau murid-murid Yeshua Hamasiah yang menuliskan kitab mereka oleh dorongan Ruach HaKodesh Elohim. Berikut ini beberapa bukti tentang hal itu.

Pertama, ketidak-tahuan penulisnya tentang ilmu bumi Palestina dan negara tempat terjadinya kisah-kisah yang bersifat agama ini. Dia berkata, "Al-Masih pergi ke laut Galilea, dan naik ke dalam sebuah perahu berlayar ke kotanya Nazareth; dalam pada itu terjadi suatu topan di laut, sampai akhirnya perahu itu hampir tenggelam" (20 alinea 1-2). Sudah diketahui dengan baik bahwa Nazareth terletak di atas bukit dan bukan sebuah kota di pesisir pantai Galilea, seperti yang dikatakan penulis ini.

Di bagian lainnya dia berkata, "Ingatlah bahwa Tuhan telah mentaqdirkan untuk menghancurkan Niniweh, karena Dia tiada menjumpai seorang pun yang takut kepada Tuhan maka ia telah memanggil Nabi Yunus dan mengutusnya ke kota itu, tetapi dia telah melarikan diri ke Tarsus karena takut kepada penduduk itu, oleh sebab itu Tuhan menyebabkan dia dilemparkan ke dalam laut, lalu di telan oleh seekor ikan dan dilontarkan keluar dekat Niniweh" (63 alinea 4-7). Sudah diketemukan bukti bahwa kota Niniweh ini adalah ibu kota Kerajaan Asyur dan didirikan di atas jalur sebelah timur sungai Tigris. Jelas kota ini tidak terletak di daerah tepi laut Timur Tengah seperti yang dikatakan penulis itu.

Kedua, ketidak-pahaman penulis tentang sejarah kehidupan Yeshua Hamasiah. Pada pasal ketiga dari Injil palsu ini ada tertulis, "ketika Al-Masih lahir, Pilatus adalah Gubernur, sedangkan jabatan kepala agama dipegang oleh Ananias dan Kaiphas" (3 alinea 2). Ini sama sekali tidak benar, karena Pilatus menjadi Gubernur dari tahun 26 sampai 36 Masehi. Sedangkan Ananias menjabat sebagai kepala agama pada tahun 6 Masehi dan Kaiphas dari tahun 8-36 Masehi. Juga dalam pasal 142 dituliskan bahwa Messiah tidak akan datang dari keturunan Daud tetapi dari keturunan Ismail (???), dan bahwa Perjanjian itu diberikan kepada Ismail dan bukan kepada Ishaq (124:14).

Ini merupakan kesalahan besar yang sangat bodoh karena setiap orang yang membaca silsilah Yeshua Hamasiah dalam Injil Hamasiah akan melihat dalam silsilah itu, bahwa menurut daging Yeshua Hamasiah berasal dari keturunan Daud, dari suku Yehuda.

Ketiga, pengarangnya memasukkan kisah-kisah yang sama sekali tidak berakar pada kekristenan. Kutipan-kutipan berikut ini merupakan contoh dari kisah-kisah tersebut. "Lalu firman Tuhan kepada pengikut setan, 'Bertobatlah kamu dan bersyahadatlah kepada Aku karena Tuhan, Pencipta kalian.' Mereka menjawab, 'Kami telah berpaling dari melaksanakan sujud kepada Engkau, karena Engkau tidak adil; hanya Satan adalah adil dan tak berdosa dan dia adalah Tuhan kami. '..Kemudian Satan, sambil pergi telah meludah pada tanah bumi itu, dan Malaikat Jibril mengangkatkan ludah itu beserta sedikit tanah, sehingga sekarang manusia mempunyai pusat pada perutnya" (???) (35 alinea 25-27).

"Al-Masih membalas, "Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, Aku telah kasihan kepada syaithan, ketika Aku tahu tentang kejatuhannya; dan Aku kasihan kepada manusia yang digodanya kepada dosa. Karena itu Aku telah berdoa dan puasa kepada Tuhan kita yang berbicara kepadaKu dengan perantaraan MalaikatNya Jibril, "apakah tuntutan engkau O Al-Masih, dan apakah permohonan Engkau?" "Aku menjawab, Engkau mengetahui tentang dosa yang disebabkan setan dan lewat godaan-godaannya yang banyak yang binasa, dia adalah ciptaanMu karena itu Aku mohon ampunilah mereka ya Tuhan". Tuhan menjawab, 'Al-Masih perhatikanlah, Aku mau mengampuni dia, hanya kalau dia berkata, Tuhan, aku telah berdosa, berilah ampunan kepadaku, dan Aku akan mengampuni dia dan mengembalikannya kepada kedudukannya semula. Kata Al-Masih, ketika aku mendengar ini, aku sangat gembira percayalah bahwa aku telah membuat perdamaian ini. Karena itu aku memanggil setan, dan dia bertanya "Apa yang harus aku perbuat untukmu, O Al-Masih? Aku menjawab, 'Engkau akan melakukannya untuk dirimu sendiri, O setan, karena aku tidak senang terhadap perbuatanmu, tetapi untuk kebaikanmu telah aku panggil engkau. 'Setan membalas, 'Jika kamu tidak berkeinginan kepada bantuanku aku juga tidak menginginkan bantuanmu; karena aku lebih mulia dari pada kamu, kamu tidak layak untuk melayani aku, kamu adalah dari debu sedangkan aku adalah roh" (51 alinea 4-20).

Tidak ada orang yang berpikiran sehat akan percaya bahwa kisah tahyul yang bodoh ini berasal dari Injil yang diilhami Elohim. Pertama, karena Elohim tidak berkenan kepada setan ketika setan jatuh dan dibuang dari hadiratNya. Ini tidak sejalan dengan kesucian Elohim untuk menegosiasikan perdamaian dengan setan.

Kedua, sejak mulanya Hamasiah telah masuk dalam peperangan dengan sikap tak pernah mengalah dengan setan. Kitab Suci berkata, "Barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Elohim menyatakan diriNya supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu" (I Yohanes 3:8). Ketiga, dalam peperangannya dengan Yeshua Hamasiah, Iblis tidak berani berkata bahwa dia lebih hebat dari Tuhan. Sebaliknya, di tengah-tengah orang banyak di Kapernaum ketika ia diperintahkan untuk keluar dari seseorang, dengan suara keras ia berseru, "Hai Engkau, Yeshua orang Nazaret, apa urusanMu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau; Yang Kudus dari Elohim" (Lukas 4:34).

Dengan demikian sudah ada satu kepastian yang mutlak bahwa penulis Injil Barnabas ini adalah seorang yang mendalami keislaman. Setiap orang yang membaca Injil Barnabas ini dengan teliti akan menemukan banyak sekali ajaran-ajaran berkaitan dengan keyakinan tersebut.

Kitab ini memuat kisah keserupaan yang palsu dengan Yeshua Hamasiah. Pada pasal 112 dikatakan. "Ketahuilah, O Barnabas, bukan karena inilah aku harus berhati-hati salah seorang muridku akan mengkhianati aku dengan 30 keping perak untuk selanjutnya aku yakin bahwa orang yang akan menjual aku akan terbunuh dengan namaku, karena Tuhan akan mengangkat aku dari ini, dan akan mengubah rupa pengkhianat itu sedemikian rupa sehingga setiap orang akan percaya dia apabila dia mati dia akan alami suatu kematian yang buruk, aku akan tetap dalam noda beberapa lama waktu di dalam dunia ini. Akan tetapi apabila pesuruh suci Tuhan itu, datang nama buruk itu akan diangkatkan" (112 alinea 13-17). Kisah itu cocok dengan pengajaran Islam abad pertengahan yang mencampur-adukkan kisah sejarah.

Pasal l12 dan 124 alinea 8-10 memuat pernyataan yang merupakan hujatan murahan dan bodoh terhadap keabsahan Kitab Suci, dan itu tidak mungkin berasal dari Yeshua Hamasiah yang berfirman, "Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataanKu tidak akan berlalu" (Matius 24:35). Bukti-bukti keabsahan Kitab Suci sudah terlalu banyak ditemukan dan setiap penemuannya telah memukul balik para penentang kebenaran tanpa bisa berdalih.

INJIL BARNABAS adalah KESAKSIAN PALSU yang menentang Injil. Suatu penipuan yang bodoh dan sesat. Suatu kebohongan murahan dengan rangkaian kebodohan yang tidak cerdas. Gereja Tuhan tidak perlu menanggapinya, sebagaimana Injil-injil palsu lainnya, ia akan hilang dengan sendirinya seperti kotoran busuk mengalir dalam selokan. (Red)

"Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya. Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka.
Siapa bertelinga hendaklah ia mendengar!"
(Matius 13:41-43)

CherubimsOnline.com 2008