Jealous Of The Christ Or Passion Of The Christ?.
MELIHAT FILM PASSION OF THE CHRIST
Ketika melihat film Passion of the Christ yang penuh dengan adegan penyiksaan kejam, kita tahu bahwa hati orang-orang yang melihatnya akan ikut hancur terkoyak. Begitu sadisnya sehingga pada adegan tertentu harus disensor supaya dapat dilihat oleh semua umur sesuai kategori perfilman. Film ini juga mendapat kritik keras dari orang-orang Yahudi karena dianggap film anti-semit (film yang dapat memicu kemarahan terhadap etnis Yahudi) karena adegan-adegan penyiksaan yang begitu sadis terhadap Yeshua. Film yang dapat membangkitkan kebencian terhadap orang Yahudi karena dianggap sebagai penyebab penyiksaan dan kematian Yeshua Hamasiah.

Setiap kali melihat film ini khususnya pada adegan penyiksaan Yeshua seperti ada sesuatu yang membakar dari dalam. Panas membara, penuh amarah, kesal dan kebencian yang begitu besar sekali terhadap tentara-tentara Romawi yang menyiksa Yeshua. Ingin rasanya melompat ke layar bioskop lalu menembus masuk ke dalam film tersebut, lalu merebut cambuk yang berujung cakar besi tajam itu dan mencambuki mereka. Para prajurit akan saya pastikan menerima apa yang pantas mereka terima (setelah saya cambuki mereka maka akan dilanjutkan dengan beberapa pukulan keras dikepala dan tendangan dibokong dan akhirnya …#*!?%!!.. silahkan terjemahkan sendiri) dan akhirnya saya membebaskan Yeshua.

Sungguh saudara amat beruntung karena saya bukan salah satu murid Yeshua yang ada 2000 tahun lalu saat kejadian itu terjadi. Rencana karya salib dapat saja menjadi gagal oleh karena emosi orang seperti saya yang tidak berpikir panjang ketika melihat situasi tersebut. Saudara mungkin akan merasa lucu bila melihat adegan diatas terjadi ketika proses penyaliban Yeshua sedang berjalan. Pertanyaan saya apakah yang akan saudara perbuat jika saudara melihat orang yang saudara kasihi disiksa di depan mata anda? Setiap orang yang normal akan melakukan hal yang sama yaitu membela atau menyelamatkan orang yang dikasihinya. Semua manusia punya sifat alami untuk melindungi semua yang menjadi miliknya dan yang dikasihinya. Namun apa yang menyebabkan Abba Yahwe Adonai seolah-olah tinggal diam ketika Yeshua anak-Nya yang tunggal sedang disiksa ? Apakah Tuhan tidak ingin melindungi begitu banyak orang-orang Kristen yang mengalami siksaan setiap hari? Apakah Tuhan tidak cemburu melihat "milik-Nya", anak-anak-Nya, umat-Nya, kekasih-kekasih-Nya dan bahkan rekan-rekan-Nya diperlakukan secara kasar dan kejam?
TUHAN YANG CEMBURU ATAU ROH CEMBURU? (Jealous of The Christ ?)
Di dalam Alkitab kita dapat melihat begitu banyak ayat-ayat Firman Tuhan yang menyatakan sifat cemburu diri-Nya. Yahwe Adonai adalah Tuhan yang cemburu bahkan nama-Nya Cemburuan. Dalam kekudusan-Nya terdapat sifat cemburu yang begitu besar. Dia cemburu bila Israel menyembah ilah-ilah yang lain, Dia cemburu hingga murka dan menghukum Israel ketika mereka berpaling dan tidak setia kepada-Nya. Mari kita simak ayat-ayat tersebut :

Mazmur 78:58 "mereka menyakiti hati-Nya dengan bukit-bukit pengorbanan mereka, membuat Dia cemburu dengan patung-patung mereka."

1 Korintus 10:22 "Atau maukah kita membangkitkan cemburu Tuhan? Apakah kita lebih kuat dari pada Dia?"

Yehezkiel 39:25 "Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan Yahwe: Sekarang, Aku akan memulihkan keadaan Yakub dan akan menyayangi seluruh kaum Israel dan cemburu-Ku timbul untuk mempertahankan nama-Ku yang kudus."

Ulangan 6:15 "sebab TUHAN, Elohimmu, adalah Elohim yang cemburu di tengah-tengahmu, supaya jangan bangkit murka TUHAN, Elohimmu, terhadap engkau, sehingga Ia memunahkan engkau dari muka bumi."

Keluaran 34:14 "Sebab janganlah engkau sujud menyembah kepada tuhan lain, karena TUHAN, yang nama-Nya Cemburuan, adalah Elohim yang cemburu."

Dengan begitu banyak firman Tuhan yang menyatakan keberadaan-Nya adalah Tuhan yang cemburu, rasanya sulit untuk kita tidak merasa takut terhadap Dia. Mengerikan sekali bila berhadapan dengan Tuhan yang sangat cemburuan dan siap menghukum dengan murka-Nya. Tidakkah saudara akan merasa sangat terkekang bila dicintai seseorang yang sangat cemburuan, selalu mengawasi dan tidak percaya kepada siapapun yang ada disekitar anda? Yang siap untuk menghukum anda dengan murka-Nya yang menyala-nyala bila Ia mendapati anda memilih untuk mengasihi yang lain lebih dari Dia?

Dan yang lebih mengerikan adalah ketika dalam firman Alkitab, kita menemukan ayat-ayat berikut ini:

Bilangan 5:14 "dan apabila kemudian roh cemburu menguasai suami itu, sehingga ia menjadi cemburu terhadap isterinya, dan perempuan itu memang telah mencemarkan dirinya, atau apabila roh cemburu menguasai suami itu, sehingga ia menjadi cemburu terhadap isterinya, walaupun perempuan itu tidak mencemarkan dirinya."

Yehezkiel 8:3-5 "3 Dia mengulurkan sesuatu yang berbentuk tangan dan dipegang-Nya jambul kepalaku. Lalu Roh itu mengangkat aku ke antara langit dan bumi dan membawa aku dalam penglihatan-penglihatan ilahi ke Yerusalem dekat pintu gerbang pelataran dalam yang menghadap ke utara, di mana terdapat berhala cemburuan, yang menimbulkan cemburu itu. 4 Lihat, di sana tampak kemuliaan Elohim Israel, seperti penglihatan yang kulihat di lembah itu. 5 Firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, lihatlah ke utara!" Aku melihat ke utara, sungguh, di sebelah utara gerbang mezbah, dekat jalan masuk, terdapat berhala cemburuan tadi."

Adanya roh cemburu yang merupakan suatu penyembahan berhala. Penyembahan berhala terhadap roh cemburu ini berlokasi di sebelah utara dari bait Tuhan, di sebelah utara gerbang mezbah dalam penglihatan nabi Yehezkiel. Dan roh cemburu ini dapat merasuki dan menguasai seseorang sehingga menjadi cemburu. Akan menjadi aneh bila Tuhan menyatakan diri-Nya adalah Tuhan yang cemburuan sekaligus Ia sendiri menyingkapkan kepada Yehezkiel adanya berhala cemburuan. Apakah Tuhan kita berhala cemburu itu? Apakah Tuhan tidak menjadi munafik bila Ia cemburu kepada Israel sekaligus Ia menyatakan adanya roh berhala yang bernama roh cemburu ?

Apakah Tuhan kita Yahwe Adonai Elohim Yeshua Hamasiah adalah Tuhan yang CEMBURU? Yang murka karena cemburu-Nya lalu membunuh sekian ratus bahkan ribuan orang Israel? Apakah sikap cemburu-Nya terhadap umat Israel seperti api yang menghanguskan dapat dibenarkan ??? ( Yehezkiel 38:19 "dalam cemburu-Ku dan dalam api kemurkaan-Ku Aku akan berfirman: Pada hari itu pasti terjadi gempa bumi yang dahsyat di tanah Israel"). Cemburu sehingga Ia menjadi pendendam dan pembalas yang penuh murka seperti tertulis dalam Nahum 1:2 "TUHAN itu Elohim yang cemburu dan pembalas, TUHAN itu pembalas dan penuh kehangatan amarah. TUHAN itu pembalas kepada para lawan-Nya dan pendendam kepada para musuh-Nya."

Kalau Tuhan cemburu karena hati kita berpaling kepada yang lain dan akibatnya adalah murka-Nya menimpa kita (tiba-tiba tanah terbuka, jatuhlah kita kedalamnya sesudah itu tanahnya menutup kembali), tentu sangat mengerikan. Namun kalau saja Tuhan cemburu bila kita sebagai milik-Nya, sehingga ketika kita sebagai milik-Nya disakiti orang lain dan Ia langsung membalas dengan murka-Nya dan hanguslah orang itu oleh petir atau api yang turun dari langit dalam sekejap. Apakah tidak akan menjadi begitu indah dan senangnya hati kita bila Tuhan membela kita seperti itu setiap saat ??? (ayolah… jujur saja pasti anda senang jugakan). Tetapi Yeshua Hamasiah tidak memperlakukan kita demikian bukan. Jadi apakah Tuhan adalah Tuhan yang cemburu ?
CEMBURU
Perkataan cemburu begitu melekat pada Tuhan Yahweh Adonai Ekohim khususnya di era Perjanjian Lama, namun entah bagaimana perkataan atau sifat cemburu seolah-olah selalu berkesan buruk dan negatif. Apa saja yang dapat membangkitkan rasa cemburu :
  1. Orang menjadi cemburu bila ia melihat orang yang dikasihi berpaling kepada orang lain. Contoh: Laki-laki yang sedang pacaran jika melihat wanita yang menjadi pacarannya itu lebih tertarik kepada pria lain maka ia akan cemburu. Ketika kesetiaan menjadi pudar dan hati manusia berpaling dari pasangannya.
  2. Dapat pula seseorang menjadi cemburu karena ia ingin memiliki apa yang dimiliki orang lain. Contoh: seorang ibu rumah tangga yang punya kulkas kecil melihat tetangganya membeli kulkas besar 4 pintu, lalu ibu itu ingin memiliki juga kulkas yang sama atau bahkan lebih besar. Ketika tidak puas dengan milik sendiri dan ingin milik orang lain.
  3. Dan yang terakhir ialah rasa cemburu karena takut kehilangan sesuatu yang kita miliki. Karena takut kehilangan reputasi orang menjadi cemburu melihat ada orang lain yang menjadi lebih terkenal atau sukses. Orang menjadi cemburu karena takut kehilangan kenyamanan yang sudah dimiliki. Cemburu bila melihat perusahaan orang lain lebih maju dibanding perusahaannya.
Hati manusia selalu punya kecenderungan ini, disebut sebagai sifat cemburu yang terkadang sulit dibedakan dengan iri hati. Kita ingin baju yang lebih baik karena melihat orang lain berpakaian lebih bagus, kita ingin telepon genggam baru karena teman kita baru saja membeli telepon genggam baru yang lebih bagus dari yang kita miliki. Laptop yang lebih baik, mobil yang lebih bagus, rumah yang lebih besar, perhiasan yang lebih bagus dan begitu banyak lagi yang dapat membangkitkan rasa cemburu jika kita membandingkan dengan milik orang lain. Bahkan dalam kehidupan rohani jika melihat gereja orang lain lebih besar dan bagus, jemaatnya lebih banyak, alat-alat musiknya lebih lengkap, pengkotbahnya orang-orang yang lebih terkenal, jemaatnya banyak orang terpandang, dan lain-lainnya juga dapat menimbulkan kecemburuan. Yang lebih mengherankan lagi adalah ketika orang cemburu karena orang lain lebih berpengetahuan akan Tuhan, lebih bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan.

Ketika Saul pulang dari peperangan dan mendengar perkataan "Saul mengalahkan beribu-ribu musuh", dia tidak permasalahkan namun ketika dilanjutkan dengan "tetapi Daud berlaksa-laksa" maka marahlah Saul karena takut kehilangan kedudukannya sebagai raja. Karena cemburu, pikirnya ketika rakyat lebih memuji Daud maka setelah ini tahtaku akan beralih ke Daud (1 Samuel 18:7-9). Ketika orang-orang Farisi melihat Yeshua melakukan mukjizat menyembuhkan orang sakit di hari Sabat, mereka takut kehilangan "tradisi" Sabat mereka. Ketika orang-orang Farisi melihat Yeshua mengajar dengan penuh hikmat dan kuasa, mereka cemburu karena orang-orang lebih tertarik kepada Yeshua dibanding ajaran mereka. Ketika Yeshua masuk ke Yerusalem dan di-elu-elu-kan sebagai Raja orang Yahudi, mereka cemburu dan takut kehilangan otoritas bangunan Bait Tuhan (Jika ada raja lain selain Herodes yang dipilih Romawi maka dianggap ada pemberontakan dan bisa berakibat orang Romawi mengambil alih lagi semua pemerintahan orang Yahudi termasuk atas ibadah mereka). Ketika Yeshua bersikap bersahabat dengan pelacur dan pemungut cukai maka marahlah hati orang-orang Farisi karena Yeshua bersikap bertentangan dengan aturan-aturan agamawi mereka tentang kekudusan. (Jika kita adalah mantan penjahat/pendosa terkenal maka ketika kita ke gereja tertentu, ada "orang-orang kudus" yang takut sekali ada dekat-dekat dengan kita, kata orang-orang farisi modern itu "takut tertular jadi tidak kudus").

Bahkan murid-murid Yeshua sendiripun mengalami hal yang serupa. Ketika Yohanes dan Yakobus (Matius 20:20-24) meminta untuk dapat duduk disebelah kanan dan kiri tahta-Nya ketika Yeshua memerintah kelak, maka marahlah kesepuluh murid yang lain karena cemburu. Ketika Yohanes dalam perjamuan makan terakhir duduk disebelah kanan Yeshua dan meletakkan kepalanya di dada-Nya, maka hati Petrus menjadi cemburu dan duduk jauh berhadapan dengan mereka (dari artikel the reclining seat of Jesus). Ketika perempuan itu menuangkan minyak narwastu yang begitu mahal ke kaki Yeshua maka hati Yudas cemburu karena ia lebih memperdulikan nilai uangnya dari minyak narwastu itu.(Yoh 12:4-5). Dan yang terburuk adalah ketika Yudas membuat Maria Magdalena terlihat seolah-olah seorang "pemboros" dan Yudas-lah yang baik dengan pernyataan "kenapa tidak dijual saja seharga 300 dinar dan diberikan kepada orang miskin". "Ada ayatnya loh di Matius 19:21 ketika Yeshua menyuruh orang kaya menjual hartanya dan berikan kepada orang miskin," kata Yudas.

Cemburu selalu berkesan jelek bahkan menjadi penyebab utama iri hati lalu menjadikan seseorang egois, mengeluh, kecewa dan marah. Ketika egois manusia menguasai maka mengakibatkan orang membenarkan segala cara untuk mendapatkan yang ia kehendaki, keputusan-keputusan yang salah dan bahkan bisa berakibat fatal. Cemburu, iri hati dan egois akan berkata "saya seharusnya diperlakukan lebih dari orang itu", "saya seharusnya yang dipromosikan bukan orang yang baru itu", " jangan sentuh barang milik saya", "saya mau punya yang seperti miliknya bahkan yang lebih baik", "ini milik aku sendiri dan tidak akan aku bagikan dengan orang lain".

Betapa banyak berita sehari-hari yang dapat kita baca, lihat dan dengar tentang akibat dari ulah suami yang cemburu kemudian memukul, membakar dan akhirnya membunuh istrinya sendiri. (bd. kitab Amsal 6:34 "Karena cemburu adalah geram seorang laki-laki, ia tidak kenal belas kasihan pada hari pembalasan dendam." Seorang laki-laki bersama 2 temannya membunuh seorang wanita (mantan pacarnya) yang sudah pacaran lagi dengan pria lain sementara ia berada di penjara. Dan banyak lagi yang dapat kita temukan berita-berita seperti ini setiap hari.

Cemburu bukan hanya menghancurkan diri orang itu sendiri (Amsal 14:30 Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang), tetapi ia juga menghancurkan orang-orang disekelilingnya (Yakobus 3:16 "Sebab di mana ada iri hati (versi ASV jealousy = cemburu) dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat"). Martin Luther pernah berkata "terlalu banyak orang Kristen cemburu terhadap kenikmatan orang-orang berdosa, dan terhadap sukacita orang-orang kudus karena mereka tidak memiliki keduanya." Dan perlu kita ingat baik-baik yang mejadi penyebab kejatuhan dari iblis lucifer adalah kecemburuannya akan tahta Yahwe. Kondisi hati yang berisi ketidak-puasan akan jabatannya (pemimpin pujian & penyembahan di surga), ingin mendirikan tahtanya melebihi tahta Tuhan, ingin menyamai yang Maha Tinggi (Yesaya 14:12-14).

Dan adalah IRI HATI dan CEMBURU yang pada akhirnya menjadi isi hati imam-imam kepala Bait Tuhan ketika mereka menyerahkan Yeshua Hamasiah untuk disalibkan kepada Pilatus. Markus 15:10 "Ia memang mengetahui, bahwa imam-imam kepala telah menyerahkan Yesus karena dengki ( kata dengki dalam versi ISV dan CEV jealous = cemburu)."
TUHAN YANG PENUH HASRAT BELAS KASIH
( Passion or Compassion of The Christ )

Jikalau cemburu dan iri hati bukanlah karakter Tuhan maka bagaimana kita menjawab semua pernyataan dan pertanyaan diatas? Bahkan dengan ayat-ayat berikut ini secara jelas menyatakan cemburu atau iri hati adalah perbuatan KEGELAPAN, bukan perbuatan Roh Kudus dan tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Elohim :

Roma 13:12-13 12 Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang! 13 Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati (iri hati versi KJV jealous = cemburu).

1Korintus 13:4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.

Gal 5:19-21 19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, 20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati (versi ISV cemburu) , amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, 21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Elohim.

Ketika kita membaca Yehezkiel 39:25 "Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan YAHWE: Sekarang, Aku akan memulihkan keadaan Yakub dan akan menyayangi seluruh kaum Israel dan cemburu-Ku timbul untuk mempertahankan nama-Ku yang kudus."

Perkataan cemburu dalam bahasa Ibrani adalah qanna? (Strong's Dictionary H7067), sebuah kata sifat yang menerangkan sesuatu. Perkataan "qanna" seharusnya ditujukan hanya untuk kepada Tuhan. Bukan ditujukan kepada manusia. Perkataan "Qanna" tidak untuk menjelaskan perasaan cemburu atau iri hati manusia. Seperti perkataan "haleluya" dan "amen" yang tidak seharusnya diterjemahkan oleh perkataan manusia yang terbatas.

Bahkan dalam faktanya, bahasa Yunani sering kali menerjemahkan kata "qanna" ini sebagai "zelos" yang akhirnya dalam bahasa Inggris diterjemahkan "zealous" dan akhirnya menjadi "jealous". Kata "zelos" seharusnya lebih merujuk kepada kata "zeal" dan "ardour" yang artinya bersemangat, berhasrat, antusias dan keinginan yang begitu kuat, sangat mengasihi (love very much) atau sangat menyukai (like very much).

Sedangkan cemburu atau iri hati adalah emosi jiwa yang mucul ketika seseorang kekurangan akan kualitas yang lebih baik dibanding orang lain, kurang penghargaan atau tidak berhasil memiliki atau mencapai sesuatu dan ia menginginkan semua itu atau berharap orang lain kekurangan semua itu. (Definisi cemburu, iri hati menurut ensiklopedia : Envy is an emotion that "occurs when a person lacks another's superior quality, achievement, or possession and either desires it or wishes that the other lacked it").

Ketika kita mengerti makna sebenarnya dari kata "qanna" maka setiap perkataan "cemburu" Yahwe Adonai Elohim Yeshua Hamasiah seharusnya tetap dinyatakan "qanna" atau hanya mendekati "zeal" atau "ardour". Bahwa Tuhan adalah Tuhan yang sangat antusias, bersemangat (passion) dalam mengasihi, belas kasihan (compassion) dan menyukai kita. Bukankah karena begitu besar kasih (qanna atau zeal atau ardour) Elohim sehingga Ia mengutus anakNya yang tunggal ? Bukan cemburu kan. Jelas motivasi hati Bapa adalah kasih yang sempurna. Ia begitu sangat bersemangat, antusias, begitu kuat keinginan-Nya untuk mengasihi kita. Bukan seperti manusia yang cemburu karena perasaan tidak aman, egoisme, tidak nyaman, iri hati, kelelahan, bosan, frustrasi, kesombongan dan ingin menyakiti orang lain yang menjadi saingannya.

Apakah Tuhan cemburu dengan iblis? Dengan apa atau siapa akan kita bandingkan Tuhan sehingga Ia bisa merasa cemburu? Bagaimana mungkin kita membandingkan Tuhan dengan iblis yang "notabene" bukan lawan-Nya. Tuhan Yahwe Elohim Adonai Yeshua Hamasiah Pencipta semesta alam dibanding dengan buatan-Nya? Jelas tidak sebanding dan tidak ada apa-apanya. Untuk apa Tuhan cemburu? Kalau Tuhan cemburu, untuk apa manusia diberikan kehendak bebas sehingga manusia bisa memilih untuk lebih mengasihi dunia ini dan menyembah iblis Bukankah kehendak bebas diberikan justru untuk kita secara "bebas" dapat memilih mengasihi Dia? Bukan karena terkekang, merasa ketakutan akan cemburu dan murka-Nya.
QANNA or ZEAL and ARDOUR
Berangkat dari pengertian di atas maka mari kita renungkan bersama-sama. Yeshua Hamasiah adalah Tuhan yang sempurna. Dia tentu punya jiwa, perasaan dan pikiran. Kasih yaitu Ruach Hakodesh tentu dapat berduka, Yeshua menangis di taman Gethsemani, Yeshua kecewa dan bahkan marah ketika Ia melihat Bait Tuhan dijadikan sarang penyamun. Bapa Yahwe Adonai juga sedih bahkan sangat sedih dan hati-Nya pun terkoyak ketika Ia melihat Anak Manusia disiksa dan akhirnya mati tergantung di kayu salib.

Namun semua itu lahir dari hati yang penuh kasih (dari Ruach Hakodesh), bahkan sangat mengasihi dan menyukai manusia yang adalah gambar dan rupa-Nya. Setiap perkataan dan perbuatan-Nya bahkan pembalasan murka-Nya tidak pernah didasarkan kepada cemburu dan iri hati kepada iblis ataupun kepada manusia yang tidak taat kepada-Nya.

Sebagai anak-anak sulung-Nya sudah seharusnya kita mengerti akan tindakan Yahwe Elohim Yeshua Hamasiah yang adalah kepala dimana yang ada adalah hukum-hukum, peraturan dan ketetapanNya. Di dalam dimensi perjanjian manusia daging yang dimulai sejak Abraham (bd.Lesson Perjanjian Manusia), Tuhan berhadapan dan berhubungan dengan manusia tanpa melalui kasih karunia Yeshua Hamasiah, jelas setiap pelanggaran dan ketidak-taat-an Israel ketika mereka memilih menyembah berhala-berhala lainnya akan mengakibatkan roda pemerintahan Tuhan menjalankan hukumNya. Hanya ada berkat atau kutuk. Tuhan atau iblis. Memilih Tuhan menerima berkat. Memilih iblis menerima kutuk dan hukuman.

Di dalam dimensi perjanjian yang lebih mulia ini (bd.Lesson Perjanjian Roh) maka hal yang sama terjadi secara prinsipnya. Yang terjadi adalah berkat spiritual atau kematian atau kutuk secara spiritual. Bagi kita rekan sekerjaNya yang berhadapan dengan Yeshua Hamasiah yang adalah Kepala. Keuntungan kita adalah karena kita datang melalui Yeshua Hamasiah yang merupakan kasih karunia itu sendiri.

Bayangkan jika anda adalah seorang hakim yang harus mengadili dan menjatuhkan keputusan hukuman kepada anak anda sendiri yang ditangkap karena berbuat salah. Secara jabatan anda tetap harus tegas menjalankan keadilan namun secara keluarga anda adalah orang tua yang mengasihi anak anda. Ketika kita berhadapan dengan Yahwe Adonai Elohim sebagai anak sulung, Yeshua yang adalah Kepala menjalankan hukum-Nya atas pelanggaran kita namun kasih karunia Yeshua Hamasiah mengikuti kita, ketika kita bertobat dan memperbaharui kembali status kita (bd.Lesson Perjanjian Roh) maka pengampunan berlaku dan Ia menjadikannya untuk kebaikkan kita yang mengasihi Dia. Sekalipun akibat dari dosa tetap ada dan harus kita tanggung. Namun kita menanggungnya bersama Dia yang memberi kekuatan kepada kita.

Tahukah anda bahwa Dia BUKAN Tuhan yang egois. Kalau Dia egois, bagaimana mungkin Dia menjadikan kita segambar dan serupa dengan Dia? Yeshua Hamasiah tidak pernah egois dan cemburu terhadap kita. Dia tidak pernah merasa tersaingi oleh iblis. Ini bukan masalah kompetisi antara Yeshua dengan iblis dalam memperebutkan manusia. ( Mat 7:13-14 13 Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; 14 karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya." ). Karena jelas kalau kita melihat secara kuantitas maka jumlah orang yang menuju kebinasaan jauh lebih banyak dibanding dengan yang menuju kehidupan. Apakah ini berarti Yeshua "kalah" dalam kompetisi ini? Tentu tidak, ini bukan masalah kuantitas tetapi ini adalah masalah KUALITAS.

Ini adalah masalah begitu besar keinginan-Nya, kehendak-Nya (eager from freewill), hasrat-Nya (passion), semangat (antusiasm) untuk mengasihi (love) dan berbelas kasihan (compassion) kepada kita. Masalah, keributan, ke-egois-an, iri hati, cemburu, kejahatan, malapetaka, hukuman, kutuk, kecelakaan (silahkan anda sebutkan apa saja yang anda tahu yang berhubungan dengan yang jelek, negatif, jahat dan iblis) adalah karena kita secara sadar atau tidak sadar oleh kehendak bebas kita (freewill) menolak, tidak taat, dan tidak menghiraukan kehendak-Nya (tuntunan Ruach HaKodesh yang adalah kasih itu sendiri).

Bagaimana bisa menyembah Tuhan kalau kita egois? Menyembah Dia dalam Roh dan Kebenaran sementara hati kita penuh dengan cemburu, iri hati dan egois? Kita datang kepadaNya dengan membawa semua kebutuhan kita (ego manusia daging kita), persoalan kita (kenyamanan yang kita butuhkan) dan kemauan kita (my will, my way, my desire, mine, me, myself and I). Kita mengaku anak sulung, kita ber-"Derek" dan "Yada" melalui persekutuan dengan Tubuh dan Darah-Nya, kita mengaku kehendak-Nya adalah kehendak kita. Namun ketika dihina, diludahi, ditampar, kita membuka mulut dan keluarlah kata-kata kebun binatang, air selokan dan jurus-jurus kung-fu bermunculan. Ketika punggung ini akan dicambuk, kita berbalik dan mengambil cambuk itu dan membalas mencambuki para prajurit. Ketika setiap kali paku itu siap ditancapkan ke telapak tangan kita, kita mengepalkan tangan dan meninju para prajurit.

Hanya karena qanna, zeal dan ardour, Yeshua menyangkal diri-Nya, taat sampai di kayu salib. ( Fil 2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib). Dalam kehidupan Yeshua ada kemarahan tanpa pemberitahuan (Yoh 2:15-17), ada perkataan yang begitu tajam (bodoh dan celakalah berkali-kali) kepada orang-orang Farisi (Luk 11:39-44), hardikan "enyahlah iblis" kepada Petrus (Mat 16:23), teguran keras "hai orang munafik" dan sindiran orang yang tidak layak diberi barang kudus dan mutiara disamakan dengan "anjing" dan "babi" (Mat 7:5-6). Tetapi semua ini lahir dari "seorang" yang telah KOSONG ( Fil 2:6-7 6 yang walaupun dalam rupa Elohim, tidak menganggap kesetaraan dengan Elohim itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia). Begitu kosong, merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati di kayu salib. Sehingga Ia begitu penuh, ditinggikan dan bangkit dari kematian naik ke surga. Semua itu lahir dari "qanna", zeal dan ardour kepada manusia.
RENUNGKAN DAN DOAKANLAH
Yahwe Adonai Elohim Yeshua Hamasiah BUKAN Tuhan yang cemburu. Nama-Nya bukan cemburuan, tetapi Nama-Nya adalah "QANNA" penuh hasrat mengasihi (passion) dan tentunya hubungan ini berlaku dua arah yaitu Dia berharap kita meresponi dengan benar. Ketika bangsa Israel memilih untuk menyembah berhala lainnya maka yang timbul dalam hati Abba adalah kekecewaan dan bukan kepahitan. Hukum-Nya berlaku jika Israel memilih Tuhan maka berkat, jika mereka memilih berhala maka kutuk.

Perkataan cemburu selalu berkonotasikan iri hati terhadap saingan. Membandingkan dengan yang lain menimbulkan ketidakpuasan karena seseorang "kosong" sehingga mau yang lebih dan lebih lagi untuk memuaskan egonya. Bukan karena "kosong" seperti Yeshua menanggalkan ke-Elohim-an dan mengambil rupa seorang hamba. Sehingga Yeshua begitu "penuh" akan DIA (dari Dia, oleh Dia dan untuk Dia).

Manusia di ujung akhir zaman ini membuat dirinya begitu dipenuhi dan kepenuhan akan dirinya sendiri dan dunia ini (bd. Lesson Zaman Nuh & Zaman Lot ). Bukan lagi dipenuhi dan kepenuhan akan Yeshua Hamasiah sehingga mereka tidak perlu lagi merasa iri hati dan cemburu terhadap siapapun. Jika kita kepenuhan akan Dia, apakah masih ada yang tersisa dari "anda" didalam-Nya? Jika kita kepenuhan akan Dia akankah kita membutuhkan yang dari "dunia" ini untuk memuaskan manusia roh kita?

Doakanlah gereja-gereja, tubuh Hamasiah yang selalu penuh "curiga" karena merasa cemburu seperti orang Farisi akan sesuatu yang baru dari Tuhan. Sikap agamawi, doktrin dan tradisi yang begitu membelenggu tubuh Hamasiah. Waspada dan berjaga-jaga karena pengetahuan yang disingkapkan Ruach HaKodesh akan membuat kita tetap murni namun bukan cemburu dan takut kehilangan "tradisi dan doktrin".

Bapa selalu protektif terhadap anak-anak-Nya bukan bersikap possessive. Namun ketika proses pemurnian sedang berlangsung bukan proteksi yang seperti kita harapkan yang terjadi. Yeshua juga menjalani pencobaan oleh iblis di padang gurun, Yeshua ketika menjalani proses penyaliban pun tidak terjadi pembelaan oleh Bapa seperti yang ingin saya lakukan. Israel pun masuk padang gurun setelah keluar dari Mesir tidak langsung masuk negeri yang penuh susu dan madu. Tetapi tuntunan, kekuatan, kemampuan, pemeliharaan dan penghiburan dari Ruach HaKodesh tetap terjamin selama proses ini berlangsung.

Hanya satu hal yang membuat Bapa Yahwe Adonai Elohim merasa "cemburu" yaitu ketika Dia dibandingkan dengan keberadaan Diri-Nya sendiri (Ruach HaKodesh) yang sudah menyatu dengan diri kita. Yakobus 4:5-6 5 Janganlah kamu menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata: "Roh yang ditempatkan Elohim di dalam diri kita, diingini-Nya (versi ISV yearns = mengerang bukan diingini) dengan cemburu!". 6 Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Elohim menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." Bapa dengan amat sangat penuh hasrat (qanna) mengerang karena keberadaan Roh-Nya yang ada di dalam kita .

Jika bukan tanpa alasan maka apakah alasannya? Bapa melalui Ruach HaKodesh yang tinggal di dalam kita mengerang (seperti orang sakit bersalin dan begitulah gambaran yang dinyatakan Paulus bahwa dia sakit bersalin hingga rupa Hamasiah nyata atas kita) karena Ia begitu penuh hasrat (passion) mengasihi (love or like) kita. Lalu kenapa Bapa mengerang (dilukai dan merasa sakit) melalui Roh-Nya yang didalam kita? Yah jelas dong kalau setiap kali kita memilih (respon) mengikuti hawa nafsu, ego, cemburu, iri hati, kenikmatan daging dan semua yang lahir dari "daging" kita maka Ruach HaKodesh disakiti, Roh Bapa disakiti yah Bapa disakiti maka mengeranglah Dia. Tetapi kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita lebih besar sehingga menutupi segala pelanggaran dan kesalahan. Karena itulah Tuhan menentang orang congkak yang mengandalkan kemampuannya sendiri, yang lebih mementingkan perasaannya sendiri, yang lebih mementingkan kepuasannya sendiri, tetapi mengasihi (have "qanna") kepada mereka yang rendah hati, yang mau diajar, dituntun dan di-insyafkan oleh Roh-Nya, yang lebih mementingkan perasaan Bapa lewat Roh-Nya, yang lebih mementingkan pekerjaan-Nya, kepuasan-Nya dan kerajaan-Nya.

Renungkan dan doakanlah: Jika Yeshua Hamasiah adalah Tuhan yang bukan cemburu melainkan yang penuh antusias, semangat dan hasrat untuk menyukai dan mengasihi kita (qanna) dan telah menempatkan Roh-Nya di dalam kita, betapa kita sepatutnya, seharusnya dan selayaknya TIDAK menyia-nyiakan kasih karunia-Nya (apalagi periodenya sudah selesai kan) dan menyakiti-Nya, membuat Bapa mengerang dengan menolak proses pemurnian (penyaliban) kita dan dengan menjadi sahabat bagi dunia.

Saudara-saudara tidak akan pernah bisa mengusir roh cemburu, iri hati, tidak mau mengampuni dan egois. Iblis cemburu akan selalu mendapatkan tempat di dalam kehidupan manusia selama keinginan hatinya adalah kepuasan dirinya sendiri. Tidak ada pengampunan jika kita tidak mau mengampuni. Dan ego tidak dapat diusir sebab bukan pekerjaan roh iblis melainkan kecenderungan hati manusia, dia tidak akan mati dengan sendirinya sebelum kita mau naik ke kayu salib bersama Yeshua Hamasiah. Sebab sama seperti Yeshua taat dan melakukan kehendak Bapa dengan menyerahkan kehendak bebas-Nya (not my will but Yours be done) maka iblis di taman gethsemani yang mengintimidasi Yeshua di film Passion of The Christ pun pergi. Demikian pula cemburu, iri hati, kepahitan dan egois pun mati ketika kita melangkah bersama Ruach HaKodesh ke kayu salib di Golgotha. Amen. (bs)

CherubimsOnline.com 2008