Jika TUHAN Menenun Sejak Kandungan.

SEBUAH PERENUNGAN, UNTUK MENSYUKURI HIDUP KITA:

JIKA TUHAN "MENENUN" MANUSIA SEJAK DALAM KANDUNGAN, MENGAPA ADA YANG TERLAHIR CACAT ?

"Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya"
(Mazmur 139:13-16).

Tuhan pencipta semesta alam ini adalah Tuhan yang sempurna. Umumnya semua orang setuju dengan pernyataan ini. Begitu banyak bukti yang menyatakan kesempurnaan Tuhan ketika kita melihat ciptaan-Nya yang ada disekeliling kita. Matahari yang selalu terbit di timur dan tenggelam di barat di dalam pola pergerakan yang teratur. Oksigen yang berasal dari tumbuh-tumbuhan selalu tersedia untuk menopang kelangsungan hidup kita. Dan begitu banyak contoh yang dapat kita ambil untuk melihat kesempurnaan pekerjaan tangan Tuhan di dunia ini.

Namun yang menarik adalah ketika membaca ayat Mazmur diatas dan saya renungkan. Timbul beberapa pertanyaan dalam hati. Jika Tuhan yang Sempurna itu yang menenun manusia sejak dalam kandungan ibu mereka, mengapa begitu banyak orang yang terlahir dalam kondisi cacat phisik? Atau lebih parah lagi ada teman saya yang bayinya meninggal ketika masih dalam kandungan entah terkena virus apa. Jika Tuhan yang Sempurna itu menenun, mengapa Tuhan tidak membuat mereka lahir sempurna atau membuat kita manusia terlahir dalam kesempurnaan sehingga ketika manusia menjadi dewasa, mereka benar-benar sempurna baik secara fisik maupun rohani. Betapa indahnya dunia ini tanpa orang cacat dan kejahatan sebab Tuhan menenun mereka secara sempurna sejak dalam kandungan.

Dan juga tertulis di ayat terakhir dari Mazmur diatas : "mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya." Seolah-olah masa depan semua manusia yang ditenun Tuhan sudah tertulis dalam kitabNya jauh sebelum ada satu hari kehidupan manusia tersebut. Bahkan dalam Alkitab terjemahan CEV (Complete English Version) tertulis : "but with your own eyes you saw my body being formed. Even before I was born, you had written in your book everything I would do." Dalam bahasa Indonesia saya terjemahkan : " tapi dengan mataMu sendiri Engkau melihat tubuhku sedang dibentuk. Bahkan sebelum saya lahir, Engkau telah menulis dalam kitabMu semua yang akan saya lakukan." Juga dalam kitab Pengkotbah 7:14 "Pada hari mujur bergembiralah, tetapi pada hari malang ingatlah, bahwa hari malang inipun dijadikan Elohim seperti juga hari mujur, supaya manusia tidak dapat menemukan sesuatu mengenai masa depannya."

TUHAN MENGIJINKAN?
Kedua ayat ini menjelaskan bahwa masa depan manusia telah ditulis oleh Tuhan dalam kitab-Nya. Bahkan terkesan semua hal yang akan kita lakukan di masa mendatang pun telah ditentukan atau tertulis. Baik maupun buruk, mujur maupun malang, hari-hari bahagia maupun sedih, hari dimana kita berjalan dalam perlindungan keselamatan maupun hari dimana kita mengalami kecelakaan. Atau bahkan ketika kita berbuat baik maupun berbuat dosa pun seolah-olah telah Tuhan tentukan atau tulis dalam kitab-Nya. Benarkah demikian? Hal ini sangat mengganggu saya. Apakah Tuhan telah menulis bahwa saya akan berbuat dosa atau kejahatan? Jadi saya bisa katakan kepada orang-orang bahwa waktu saya berbuat dosa atau kejahatan itu karena hal tersebut memang sudah Tuhan tulis dalam kitab-Nya. Apakah Tuhan telah menentukan bahwa saya akan mengalami kecelakaan, hari malang, hari buruk dan sebagainya? Bagaimana kalau saya tidak berbuat apa-apa dan tetap ditetapkan untuk mengalami semua itu? Jika demikian halnya, jelas Tuhan akan sangat TIDAK ADIL di mata saya.

Dari pembicaraan dengan beberapa orang Kristen bahkan kebanyakan orang Kristen, saya mendapatkan jawaban bahwa itu semua memang Tuhan IJIN kan agar kita belajar mengucap syukur. Atau agar saya lebih bersungguh-sungguh dalam Tuhan. Tidak sedikit dari mereka yang mengatakan: "makanya jangan lari dari panggilan Tuhan untuk melayani". Mungkin karena waktu itu saya belum sepenuh waktu melayani Tuhan.

Bahkan ketika saya melihat sebuah acara televisi rohani yang mengunjungi sebuah keluarga "Kristen" miskin yang mengalami kesusahan berat, pendeta atau pembawa acara tersebut mengutip ayat berikut ini Yohanes 9:1-3 " 1 Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya. 2 Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?" 3 Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan - pekerjaan Elohim harus dinyatakan di dalam dia." Menurutnya semua kesulitan yang dialami bapak supir angkutan umum dengan istri dan anak-anaknya adalah agar pekerjaan Tuhan dapat dinyatakan atas keluarga ini. Saya membayangkan betapa keluarga ini hidup penuh kesulitan bertahun-tahun bahkan mungkin berpuluh-puluh tahun hanya untuk kemudian di acara televisi rohani 30 menit menerima sumbangan berupa uang sebesar Rp.3.000.000,- (tiga juta rupiah) dan sejumlah barang-barang dagangan seperti kopi, minuman anak-anak dan sebuah blender minuman. Saya pikir ini setelah acara ini selesai dan uangnya habis, apakah keluarga bapak ini akan bisa hidup keluar dari kondisi ekonomi yang sulit hanya dengan tambahan jualan minuman anak-anak dan kopi?

Betapa miskinnya Tuhan kita bila semua penderitaan berpuluh-puluh tahun dari sebuah keluarga hanya dinyatakan dengan bantuan yang tidak lebih dari 3 juta rupiah sebagai pekerjaan Elohim. Betapa tidak adilnya Tuhan kita bila keluarga ini harus mengalami kesengsaraan berpuluh-puluh tahun hanya agar pekerjaan Tuhan dapat dinyatakan dalam 30 menit dan uang 3 juta rupiah. Sungguh kejam Tuhan kita bila orang harus buta sejak lahir hingga ia dewasa hanya agar Yeshua dapat menunjukkan bahwa Ia dapat menyembuhkan yang buta.

KESALAHAN SIAPA?
Sesuatu yang SALAH telah terjadi disini. Ada orang buta sejak lahir, ada orang yang mengalami kemalangan bertahun-tahun, ada orang mengalami penderitaan, kemiskinan dan banyak lagi. Namun gereja tidak dapat memberikan jawaban. Tuhan dinyatakan sebagai penyebab dan juga sekaligus solusi. Sebagai penyebab karena Tuhanlah yang menciptakan segala sesuatu, yang menenun sejak dari kandungan ibu bahkan yang telah menulis dalam kitab-Nya segala sesuatu yang akan saya kerjakan. Sebagai solusi karena Tuhan yang akan memberi jalan keluar, kekuatan dan sekaligus mengajar kita untuk belajar tabah, sabar dan mengucap syukur dalam pencobaan. Belajar "menikmati" kondisi tersebut dan melihat bagaimana suatu waktu nanti Yesus menyatakan pekerjaanNya. Kita seharusnya secara tegas MENOLAK semua ini.

Yang buta disini adalah gereja dan orang-orang Kristen, yang miskin disini adalah gereja dan orang-orang Kristen. Yang cacat disini adalah GEREJA Tuhan. Buta, miskin dan cacat akan pengetahuan dan pengenalan akan Tuhan. Buta, miskin dan cacat akan pengertian akan Firman Tuhan yang Roh dan hidup. Buta, miskin dan cacat akan TERANG yang ajaib yang harus dinyatakan di dunia yang gelap. Anak-anak Tuhan gagal menterjemahkan Firman Tuhan, gereja gagal dalam membedakan antara pekerjaan iblis yang membuat orang menjadi "malang" dengan pekerjaan Elohim yang dalam memproses kedagingan kita sebagai akibat dari respon kita yang juga dilihat seolah-olah "malang". Orang Kristen tidak lagi dapat membedakan antara kesulitan akibat proses pemurnian yang Tuhan kerjakan dengan kesulitan akibat dari kebodohan, kesalahan dan kegagalan pribadi mereka.

Tidak heran bila umat-Ku binasa karena tidak mengenal Tuhan dan tidak berpengetahuan. Karena mereka sendiri yang menolak pengenalan akan Tuhan. Mereka menolak untuk mencari jawaban bersama Ruach HaKodesh. Mereka menolak untuk membuang semua konsep kekristenan, doktrin dan ajaran yang mereka telah pegang berpuluh-puluh tahun untuk menerima sesuatu yang baru dari Ruach HaKodesh. Mereka menolak untuk mengenal Tuhan secara pribadi bersama Ruach HaKodesh. Sebab mereka lebih suka mengenal Tuhan dari PERKATAAN orang lain (mungkin dari hamba-hamba Tuhan luar negeri, atau mungkin dari buku-buku rohani, dan lain-lainnya).

Jikalau saja kita mau meneliti bersama Ruach HaKodesh yang akan menuntun kepada SELURUH kebenaran. Maka Roh hikmat dan wahyu akan membawa kita kepada pengenalan yang BENAR akan Elohim Yeshua Hamasiah. Maka semua perkataan manusia, pendeta dan buku-buku, rekaman-rekaman, dan lain-lain itu hanya akan menjadi pendukung dan peneguhan saja. Bukan menjadi pedoman atau bahkan penuntun hidup kita.

Mari kita teliti dan renungkan bersama ayat-ayat diatas. Apakah perkataan Tuhan maupun pemazmur dan pengkotbah telah kita renungkan dengan baik. Saya terlalu percaya dan mengerti bahwa Tuhan tidak bertentangan dalam semua pernyataan-Nya. Bahwa Ia telah berfirman dalam kitab Yeremia 29:11 " Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan."

Mazmur 139:13 berbunyi " Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku." Dalam terjemahan KJV (King James Version) : "For thou hast possessed my reins: thou hast covered me in my mother's womb." Perkataan "possessed my reins" seharusnya diterjemahkan sebagai " yang mendirikan, membentuk, atau tepatnya memiliki kekuasaan, memerintah. Jadi dalam pengertian Daud, ia menyatakan Tuhan-lah yang memiliki kekuasaanku atau Tuhan yang mendirikan pemerintahanku. Yang lebih menarik kata "reins" dalam bahasa ibrani "kilya?h" berarti ginjal. Ada apa dengan ginjal ? Di kitab Roma 1 : 20 tertulis " Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih." Sesuatu yang tidak nampak dari Tuhan, kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya dapat kita mengerti secara pikiran lewat salah satu karya-Nya yaitu manusia. Mari kita simak bagaimana Tuhan menyatakan ke-ilahian-Nya lewat organ tubuh ginjal ini.

MENYARING YANG BENAR DAN YANG SALAH
Keberadaan ginjal ditubuh manusia adalah organ yang amat penting dan vital. Ginjal berfungsi sebagai penyaring atau filter dari darah. Ginjal yang gagal berfungsi dapat mengakibatkan manusia meninggal. Sebab darah yang terkontaminasi dengan racun baik dari udara, makanan atau minuman, obat-obatan tertentu akan disaring di ginjal. Jika ginjal gagal menyaring semua itu secara perlahan namun pasti tubuh kita terus menerima racun-racun tersebut dan mengakibatkan semua organ yang lain ikut rusak. Tetapi jika ginjal berfungsi dengan baik dan menyaring darah kotor menjadi darah bersih maka sesudah itu darah yang bersih akan disebarkan keseluruh tubuh dan ikut membuat seluruh organ tubuh yang lain menjadi sehat.

Ketika Tuhan menyatakan Ia yang membentuk sepasang ginjal kita. Ia sedang menyatakan bahwa kemampuan untuk menyaring (fungsi ginjal) telah Tuhan bentuk sejak semula dalam hidup kita untuk berpasangan dengan kemampuan dari Roh Kudus untuk menyaring apa yang BENAR dan SALAH. Nama kemampuan itu adalah kehendak bebas atau hati nurani menurut beberapa orang. Walaupun belum sempurna karena masih dalam tahap awal. Tetapi kemampuan itu telah diberikan. Seperti orang sekalipun gagal ginjal atau masih dapat hidup dengan satu ginjal saja. Demikian pula manusia dapat hidup hanya dengan satu “ginjal”, dengan pertimbangan mereka secara pribadi, dengan hati nurani mereka sendiri. Tetapi tanpa berpasangan dengan kemampuan “ginjal”  yang satu lagi (Ruach Hakodesh), secara perlahan namun pasti manusia akan menuju kepada kebinasaannya.

Dan perkataan “thou hast covered me in my mother's womb “ harusnya diterjemahkan “Engkau telah melindungi aku sejak dalam kandungan ibuku.” Bayangkan betapa Tuhan telah melindungi, menjaga dan memagari kita bahkan sejak kandungan ibu kita. Jelas perkataan melindungi berbeda artinya dengan perkataan menenun.  Tetapi jika Tuhan melindungi kenapa ada yang lahir dalam kondisi fisik cacat ? Jawabannya ialah sangat bisa terjadi karena Matius 9:29  Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: "Jadilah kepadamu menurut imanmu." Dan Matius 8:13  Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: "Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya." Sebab percayamu adalah Tuhan menenun orang cacat, Tuhan menjadikan hari malang dan seterusnya. Kalau kita percaya dan beriman bahwa Tuhan TELAH MELINDUNGI aku sejak dalam kandungan ibuku maka terjadilah sesuai dengan percaya atau imanmu. Bahwa Tuhan benar-benar melindungi kita sejak dalam kandungan. Jika perlindungannya begitu sempurna maka ketika proses dari sel embrio yang terus bertumbuh menjadi bayi (proses menenun), mustahil akan lahir cacat. Mustahil lahir dalam kondisi buta. Mustahil lahir dan hidup dalam kesengsaraan yang terus-menerus.

Dalam kitab Pengkotbah 7:14 “Pada hari mujur bergembiralah, tetapi pada hari malang ingatlah, bahwa hari malang inipun dijadikan Elohim seperti juga hari mujur, supaya manusia tidak dapat menemukan sesuatu mengenai masa depannya.” Terjemahan kitab KJV (King James Version) berbunyi “In the day of prosperity be joyful, but in the day of adversity consider: God also hath set the one over against the other, to the end that man should find nothing after him.” Pada kata-kata yang ditandai dengan warna merah seharusnya diterjemahkan dalam bahasa Indonesia “tetapi pada hari bermasalah atau kesulitan pertimbangkanlah: Tuhan juga telah menetapkan yang satu bertentangan dengan yang lain.” Bila kita lihat sekarang maka pengertian yang didapat adalah : Pada hari-hari dimana kita mengalami kesulitan atau masalah, maka ingatlah, pertimbangkanlah, pikirkanlah bahwa Tuhan juga telah menetapkan adanya suatu hari-hari yang bertentangan dengan hari-hari kesulitan dan bermasalah tersebut yaitu adanya hari-hari “prosperity” = hari-hari kemakmuran, kelimpahan dan kejayaan untuk kita bersuka-cita.

Jelas sekarang bahwa Tuhan yang adil telah menetapkan bahwa lawan dari kemakmuran adalah kemiskinan. Lawan dari kesejahteraan adalah kesulitan. Lawan dari kejayaan adalah kehancuran. Tidak pernah Tuhan menetapkan lawan kemakmuran adalah kejayaan. Sebagaimana anak kecilpun tahu lawan dari senang adalah sedih. Tidak akan pernah lawan dari senang adalah berani. Tuhan telah menetapkan dan ketetapan-Nya adalah hari kemakmuran (prosperity) lawannya adalah hari kesulitan (adversity). Supaya pada akhirnya manusia tidak dapat menemukan sesuatu “yang lain” pada masa depannya. Sampai kapan pun manusia mencari sesuatu di masa depannya dia akan tetap menemukan lawan dari baik adalah jahat, lawan dari benar adalah salah dan lawan dari “kemakmuran” adalah “ke-TIDAK-makmuran”.

siapakah YANG BERDOSA sehingga ia dilahirkan buta?         

 “ 1 Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya. 2  Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?" 3  Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Elohim harus dinyatakan di dalam dia.
(Yohanes  9:1-3).

Kalau kita telah menjelaskan panjang lebar permasalahan sebelumnya, maka dalam hal ini kita akan bertanya dengan pertanyaan yang sama kepada Yeshua Hamasiah. Engkau melindungi dengan sempurna sejak kandungan dan tidak dapat melindungi mereka yang percaya atau beriman bahwa Engkau yang menenun mereka (bagaimanapun hasil tenunannya: hidung mancung kedalam, kaki lebih panjang sebelah, jempol kaki kelebihan satu, matanya yang sebelah selalu melihat ke kanan alias juling, dst) sejak kandungan ibu mereka. Sebab Engkau tidak dapat bekerja tanpa Engkau mendapati iman atau bertentangan dengan percaya mereka.

Kalau begitu persoalannya mengapa ketika murid-murid-Nya bertanya siapakah yang berbuat dosa, Yeshua menjawab pertanyaan murid-murid-Mu tentang orang yang buta sejak lahir dengan pernyataan “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Elohim harus dinyatakan di dalam dia.” ??? Seolah-olah kebutaan orang tersebut bukan akibat ketidak-percayaan atau dosa dirinya sendiri maupun orang tuanya. Melainkan karena pekerjaan-pekerjaan Elohim harus dinyatakan di dalam dia. Bahwa ini bukan dosa orang tuanya, bukan dosa dirinya sendiri, bukan dosa satu manusiapun di bumi, tidak ada dosa yang menyebabkan ia buta, Tuhan hanya mau melakukan pertunjukkan “magic show” di dalam hidup orang ini. Sepertinya Tuhan tidak ada kesibukkan dan hari ini Dia memutuskan mau “pameran mukjizat” lewat hidup orang buta ini.

Renungkan bahwa jawaban Yeshua buat murid-murid-Nya ini ternyata belum selesai atau mencapai tanda titik dalam ucapan kalimat-Nya. Masih ada ayat 4 dan 5 yang juga merupakan jawaban dari Yeshua Hamasiah. Yohanes 9:4-5 “ 4 Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja. 5 Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia." Perkataan pekerjaan-pekerjaan Elohim di ayat 3 harus kita lihat secara konteks dengan pernyataan di ayat 4 dan 5. Dimana Yeshua menyatakan kita harus mengerjakan pekerjaan Abba Yahwe Adonai yang mengutus Yeshua Hamasiah. Selama masih siang, sebab akan datang malam atau masa kesulitan besar (great tribulation, tepatnya 3 ½ tahun kedua masa itu) dimana tidak seorangpun yang dapat bekerja. Dengan kata lain gereja di”kalah”kan atau tidak dapat melakukan pekerjaan apapun kepada “dunia” ini, pekerjaan yang bersifat “keluar” dari tubuh Hamasiah (Wahyu 13:7 “Dan ia diperkenankan untuk berperang melawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan mereka; dan kepadanya diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa”).

Kita tahu bahwa Antikris akan menyatakan diri sebagai Tuhan dan berkuasa seperti yang sudah dinubuatkan. Ketika pernyataan Yeshua bahwa orang yang buta sejak lahir ini bukan akibat dosanya sendiri ataupun orang tuanya, tetapi kita lupa akan pribadi “si kegelapan” yang sudah dilemparkan ke bumi dan mempunyai otoritas atas dunia kekelaman ini sejak Adam jatuh dalam dosa. Maka kebutaan orang ini jelas sekalipun bukan kesalahan atau dosa dirinya sendiri atau orang tuanya tetapi seluruh dunia ini sudah ada di bawah  kuasa iblis ( 1Yoh 5:19  “Kita tahu, bahwa kita berasal dari Elohim dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat.). Dan inilah lawan yang sepadan dengan kegelapan yaitu Terang dunia yang dinyatakan lewat kita. Kita (Yeshua dan kita semua yang adalah satu dalam Dia) harus mengerjakan pekerjaan Abba. Yaitu menyatakan terang yang paling terang di saat kegelapan yang paling gelap, ketika itulah Anak-Anak Sulung berfungsi maksimal menyatakan Terang Shekhinah Glory.

TERANG ITU…!
Manusia di dunia ini perlu dinyatakan adanya Terang Shekhinah selama masih siang. Selama Aku ada di dunia maka Aku yang adalah Manusia Elohim akan menyatakan kehadiran tabut Elohim dimana Terang Shekhinah ada di atas tutup pendamaian tersebut. Manusia yang mengenal Bapa lewat penyatuan tubuh dan darah Yeshua, yang mengerti akan hukum-hukum Elohim, yang memiliki pengenalan yang benar akan Elohim oleh karena pengetahuan yang disingkapkan Ruach Hakodesh, yang memiliki status keimaman Lewi yang boleh membawa tabut. Mereka yang tidak dikuasai maut, tidak berjalan dalam dosa karena tidak mengerti atau tidak memiliki iman. Kita yang harus mengerjakan pekerjaan Elohim dan akhirnya kita bisa berkata “memang pekerjaan-pekerjaan Elohim harus dinyatakan di dalam dia.” Dia atau mereka (yang seperti orang yang buta sejak lahir) yang tidak ber-pengetahuan, yang hidupnya dipermainkan iblis, yang hidupnya dicuri, dicuri dan yang akan dibinasakan oleh iblis.

Memang beberapa hal yang “buruk” terjadi akibat dari kesalahan dan dosa kita atau bahkan karena orang tua kita dan nenek moyang kita, sebagai akibat dari kutuk keturunan. Namun bila kita mau melihat dari sisi kebenaran di atas, maka ketidak-tahuan (lack of knowledge),  kebodohan, kebebalan dan percaya kepada hal yang salah seperti percaya bahwa Tuhan “menenun” orang dengan kondisi cacat, membuat orang sengsara secara sengaja, maka TIDAK ada bedanya dengan dosa yang disebabkan oleh kita sendiri maupun orang tua kita. Di mata Tuhan, dosa mengakibatkan iblis mempunyai akses untuk mencuri, membunuh dan membinasakan. Dari manapun sumber dosa itu, akibat dari siapapun, bagaimanapun bentuknya (dosa secara fisik yang dilihat oleh orang murid-murid Yeshua ketika itu maupun dosa secara rohani yang kita lihat hari ini) tetap mengakibatkan upah yang sama yaitu MAUT.

Pada akhirnya kita melihat sosok pribadi Yahwe Adonai Yeshua Hamasiah adalah Tuhan yang Sempurna dan Adil dalam setiap keputusan dan perbuatan. Dia tidak menenun saya dalam kandungan ibuku. Tetapi Tuhan telah MELINDUNGI bahkan sejak dalam kandungan ibuku. Saya sempurna dalam perlindungan Yeshua Hamasiah, dan “mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya”(Mazmur 139:16).

Dan inilah yang tertulis tentang hari-hari yang akan dibentuk dalam hidup saya. “ Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yeremia 29:11). Bahwa  TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Elohimmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia, (Ulangan 28:13). Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti; tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat.(Maz 37:25-26)  Sebab Daud berkata tentang Dia: Aku senantiasa memandang kepada Tuhan, karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram, sebab Engkau tidak menyerahkan aku kepada dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan. Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; Engkau akan melimpahi aku dengan sukacita di hadapan-Mu. (Kis 2:25-28) Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Elohim untuk mereka yang mengasihi Dia" (1Kor 2:9).


RENUNGKAN DAN MENGUCAP SYUKUR
Memang tidak mudah mengucap syukur ketika ketika kondisi manusia kita tidak sempurna. Tidak mudah mengucap syukur ketika kita harus terus menggantikan fungsi kaki kita dengan kursi roda ditengah lingkungan yang berkaki normal. Tidak mudah mengucap syukur ketika mata kita hanya melihat kegelapan di tengah lingkungan yang dapat melihat. Atau meng-akrab-kan diri kita dengan lapar secara spiritual akan kebenaran ditengah lingkungan yang selalu merasa kenyang atau sudah cukup dengan kebenaran yang mereka terima selama ini. Namun jangan sampai ketidak-tahuan atau pemahaman yang salah tentang Tuhan menjadi alasan untuk kita menyatakan bahwa memang Tuhan yang menenun sejak kandungan sehingga orang tersebut lahir cacat. Atau menyatakan supaya pekerjaan Tuhan dapat dinyatakan dalam diri orang itu.

Saya berpikir apakah pekerjaan iblis kurang sukses dalam membuat orang menjadi buta, cacat dan menderita sehingga Tuhan menambahkan beberapa lagi orang cacat dan buta? Tentu tidak ! Atau Tuhan seperti pribadi yang begitu keras dan kejam, seperti yang selama ini kita lihat dari sisi Perjanjian Lama dimana orang Israel ketika sedikit saja berdosa langsung di"hajar" dengan kusta dan bahkan kematian. Puji Yahweh Adonai bahwa ketika mengerti makna Perjanjian Manusia (bd.lesson Perjanjian Manusia dengan lesson Perjanjian Roh) dan ketika mengerti akan makna Hukum Sebab Akibat membuat mata kita tercelik. Hari ini kita ada dalam Perjanjian yang lebih mulia dimana ukuran Tuhan dalam menerapkan "templakan, tegoran dan hajaran" bukan lagi secara fisik terhadap kita tetapi secara spiritual (bd. Lesson Hukum Roh). Dan segala sesuatu pasti ada penyebab dan akibatnya hanya Tuhan yang tidak ada yang menyebabkan dan bukan akibat dari suatu sebab.

Sekali lagi lewat perumpamaan ini mari kita belajar membedakan antara diproses, akibat kesalahan sendiri, akibat kutuk, akibat ketidak-tahuan (lack of knowledge) dan akibat pekerjaan iblis. Akan sangat berbeda jika saya dipukuli orang sekampung karena mencuri ayam (kesalahan sendiri). Atau dipukuli orang-orang sekampung karena pekerjaan iblis mempengaruhi saya untuk iseng-iseng pukulin anak pak RT di kampung itu. Atau dipukuli orang sekampung karena saya tidak tahu dikampung itu sedang ada tawuran (lack of knowledge). Atau dipukuli orang sekampung akibat saya mempertahankan iman. Mari kita belajar bersama Ruach HaKodesh untuk terproses karena respon untuk mengikuti Hamasiah dengan memikul salib dan menyangkal diri kita.

Namun ketika kita terproses oleh darah-Nya, oleh respon kita untuk "bayar harga" untuk menerima yang "lebih", ketika kita diproses, dimurnikan dan dimuliakan lewat padang gurun marilah kita belajar mengucap syukur. Kadang kita bertanya, apakah kita punya kemampuan untuk melakukan perintah Tuhan untuk "mengucap syukur dalam segala keadaan?" - Jelas manusia tidak memiliki kemampuan itu. Kalau bukan Ruach HaKodesh yang memberikan kemampuan, maka kita tidak akan pernah mampu. Jadi apa yang menjadi bagian kita jika kemampuan untuk mengucap syukur itupun adalah pekerjaan Tuhan? Bagian yang kita harus kerjakan adalah "meresponi" Kebenaran Tuhan. Hanya respons! Dan selanjutnya Dia yang akan bekerja memampukan kita. Responi Kebenaran Tuhan dengan mengucap syukur karena pencobaan itu tidak melebihi kekuatan kita (sekalipun Tuhan tidak mencobai tapi manusia jatuh kedalam pencobaan karena keinginan daging sendiri), mengucap syukur karena Dia turut bekerja sama dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita (sekalipun itu akibat kesalahan sendiri dan akibat kebodohan kita).. Mengucap syukur karena oleh bilur-bilurNya kita SUDAH disembuhkan dari berbagai penyakit dan ke-cacat-an kita. Tanpa diresponi Dia tidak mungkin bekerja !

Jadi siapapun anda, bagaimanapun kondisi fisik anda, bagaimanapun kondisi kehidupan anda, selama anda memiliki Roh Tuhan di dalam anda maka anda tidak dapat berdalih. Tuntutan Tuhan untuk kita mengerti kebenaran akan kesempurnaan perlindungan dan pekerjaan-Nya di Golgotha 2000 tahun yang lalu untuk kita mengucap syukur dalam segala keadaan akan membuka peluang untuk terjadinya mukjizat dalam hidup kita dengan iman. By faith ! Elohim telah melindungi dan akan membawa kita lewat proses kedalam rancangan-rancangan "damai sejahtera" yang memberikan masa depan yang penuh dengan pengharapan. Waktunya untuk membuat keputusan, untuk menerima rancangan-Nya tersebut atau bahkan menolaknya, it's all your choice. (Budiyanto S).

CherubimsOnline.com 2008