MAIN MENU
  HOME
  Articles
  News & Info
  Teachings
  Questions & Answers
  Prophetic Mission
  Mission in Pictures
  Prayer Statement
  Book of Worship
  Bulletins
  About CPM
  Contact CPM
  HOME QUESTIONS & ANSWERS

Kami akan menjawab pertanyaan-pertanyan yang masuk ke REDAKSI kami.Apabila anda ingin mendapatkan penjelasan seputar "VISI GLOBAL ELOHIM" atau hal-hal / prinsip-prinsip ke-kristenan yang seringkali membingungkan, silakan menghubungi REDAKSI. Pertanyaan-pertanyaan akan di muat dalam situs Questions & Answers, bila dinilai penting untuk diketahui setiap calon "COVENANT HOLDERS". Kami menantikan respons anda.
(nama anda kami muat inisialnya saja bila anda menghendakinya).

Question:
Mengapa Ada Kejahatan?
Kalau Tuhan itu pengasih, dan kalau Ia Mahakuasa, mengapa Ia membiarkan kejahatan di dunia ini? Mengapa Ia tidak menghentikan saja atau melindungi orang dari hal-hal mengerikan di dunia ini?". Dapatkah anda menjelaskan hal itu dengan lengkap? saya selalu membutuhkan jawabannya dalam pelayanan saya, karena selalu ada orang yang bertanya seperti itu. (Pdt. SN, Sulteng).

Answer:
Ini pertanyaan yang sangat penting bagi kita semua. Kalau tidak terjawab akan menimbulkan kebimbangan atau bahkan sakit hati kepada Tuhan. Dan dalam keadaan bimbang, bingung, dan kecewa seseorang tidak dapat mengikut Yeshua Hamasiah dengan benar.

Beberapa tahun yang lalu sebuah majalah Amerika Serikat mengetengahkan artikel tentang gempa bumi dan tentang korban kecelakaan lalu lintas. Dikatakan bahwa "Tuhan telah membunuh jutaan orang melalui gempa bumi dan membunuh jutaan orang lagi melalui kecelakaan lalu lintas". Pertanyaan umumnya adalah mengapa Tuhan membiarkannya, atau bahkan mengapa Tuhan melakukannya?

Kita semua tahu bahwa dalam ketidak-mengertian orang bertanya seperti itu, atau orang yang meragukan Tuhan sehingga orang itu menjalani kehidupan ibadahnya dengan hati terbakar karena diam-diam ia mempersalahkan Tuhan atas segala masalah dan malapetaka yang menimpa.

Banyak orang (Kristen) menganggap segala peristiwa itu adalah kehendak Tuhan. Apapun yang terjadi, sedang terjadi, dan akan terjadi pastilah merupakan rancangan kehendak Tuhan. Mereka berkata Tuhan yang melakukan-nya, tanpa perduli apa yang terjadi, itu kehendak Tuhan titik. Tetapi saya ingin katakan disini, bahwa itu bukanlah konsep Kristiani, itu fatalisme. Itu bukan falsafah yang sesuai dengan firman Tuhan.

"Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan" (Yeremia 29:11).

Kalau anak anda mati karena kecelakaan, kalau isteri anda mati karena serangan jantung, kalau rumah anda terbakar karena kompor meletus, kalau uang anda hilang di bank yang dilikuidasi, kalau usaha anda gulung tikar, kalau suami/isteri anda main serong, dan beribu 'kalau' yang lain, itu bukan kehendak Tuhan, itu bukan rancangan Tuhan - Tuhan tidak pernah merancangkan kecelakaan dalam segala hal dalam hidup kita, dan sebenarnya Ia sama sekali tidak pernah mengijinkan itu terjadi pada kita. Tetapi kenapa itu terjadi? Itu semua terjadi karena ketidak-taatan kita pada firman-Nya. Ketidak-taatan merupakan celah dimana setan-setan mempunyai jalan untuk masuk dan menyebarkan kecelakaan. Celah tersebut tertutup ketika kita melakukan kehendak-Nya, itulah perlindungan Kasih Karunia.

Kalau kejahatan adalah kesalahan Tuhan, pertobatan akan menjadi sesuatu yang menggelikan, dan penghukuman menjadi sesuatu yang tidak adil.

Kekristenan memahami bahwa Tuhan mempunyai kehendak yang dinyatakan-Nya di dalam firman-Nya. Setiap orang dapat memilih untuk taat atau tidak taat (Yosua 24:15; Yohanes 3:19-21; Wahyu 3:20). Dengan ketaatan melakukan firman Tuhan orang Kristen sebenarnya memiliki jawaban atas pertanyaan mengenai adanya kejahatan dimuka bumi ini tanpa mempersalahkan Tuhan dalam segala hal, yaitu melalui "pergaulan/komunikasi" dengan Tuhan dimana hikmat Tuhan mengalir. Ada beberapa alasan mengenai adanya kejahatan atau dosa di bumi ini, yang pertama adalah karena pilihan manusia.

Kejahatan, dalam pengertian moral, sama sekali bukan kesalahan Tuhan. Kalau kejahatan adalah kesalahan Tuhan, pertobatan akan menjadi sesuatu yang menggelikan, dan penghukuman menjadi sesuatu yang tidak adil. Roma 5:12 mengatakan: "Dosa (kejahatan) telah masuk ke dalam dunia oleh dosa satu orang". Adam dan Hawa telah membuat suatu pilihan yang fatal, yang kita sebut sebagai kejatuhan manusia atau "dosa asal". Sejak saat itu "segala kecenderung-an hatinya (manusia) selalu membuahkan kejahatan semata-mata (Kejadian 6:5). Dan dari generasi ke generasi manusia menambahi kejahatan dimuka bumi ini dengan pilihan-pilihan mereka.

Milyaran orang selama 6000 tahun telah menyumbangkan kejahatan, dan seharus-nya tanpa kesulitan kita dapat memahami mengapa kejahatan itu ada dan bertambah-tambah. Semua manusia telah tercemar oleh kutuk dosa, dan kita semua akan mati entah karena kesalahan kita atau bukan, karena upah dosa adalah maut (Roma 6:23). Anak-anak yang terlahir cacat merupakan buah dari kebobrokan dunia dosa ini, dunia yang tercemar dosa. Jatuhnya pesawat terbang, peperangan dimana-mana, juga merupakan kuasa kutuk merajalela dimana setan-setan bebas merusak bahkan membunuh manusia.

Dan mengapa Tuhan seolah-olah berdiam diri tidak berbuat sesuatu untuk menghalangi kejahatan? Jawabannya berkaitan langsung dengan betapa Tuhan sangat mengasihi kita. Kejahatan dibiarkan tetap ada di muka bumi karena kehendak bebas manusia jauh lebih berharga daripada tiadanya kejahatan. Tuhan menciptakan manusia menurut gambar-Nya (Kejadian 1:27), yaitu dengan kehendak bebas. Tanpa itu kita bukan manusia tetapi robot.

Tuhan menghendaki hubungan yang seperti itu ketika Ia menciptakan manusia. Tuhan merindukan suatu hubungan kasih supaya kita dapat mengenal Dia. Namun Tuhan tidak dapat membangun hubungan seperti itu dengan makhluk mekanis. Dapatkan robot boneka menikmati kasih Tuhan? walaupun ia dapat saja diprogram untuk mengatakan "aku mengasihi-Mu" setiap kali tombol ditekan, tetap ia tidak mungkin mengenal sukacita hubungan intim dengan siapapun. Hubungan ini melibatkan roh, jiwa, dan tubuh secara terpadu.

Kehendak bebas benar-benar diperlukan untuk terciptanya suatu hubungan yang berkualitas antara kita dengan Tuhan dan dengan sesama kita.

Kebebasan memilih untuk mengasihi atau tidak mengasihi adalah dasar suatu hubungan. Oleh sebab itu, dalam pandangan Tuhan kehendak bebas jauh lebih berharga daripada tiadanya kejahatan. Ia justru sangat "keji" kalau menghapuskan "kehendak bebas" atau "kemanusiaan" kita. Kemanusiaan dan kehendak manusia untuk respons dan membangun hubungan nilainya jauh lebih berharga daripada gundukan kejahatan dimuka bumi. Namun Tuhan tidak dapat membangun hubungan seperti itu dengan makhluk mekanis. Dapatkan robot boneka menikmati kasih Tuhan…?

Banyak sekali yang tidak kita ketahui tentang Tuhan dan hikmat-Nya yang tidak terbatas. Kita hanya mampu mendapat jawaban ketidak-mengertian kita dari karya cipta-Nya (Roma 1:20) dan devine nature-Nya sebagai Pencipta.

Memahami karakter Tuhan akan memberikan beberapa jawaban. Meskipun Ia memiliki segala kuasa untuk meniadakan kejahatan dimuka bumi, Ia memilih untuk tidak menggunakan kemahakuasaan-Nya karena faktor lain yang sama pentingnya atau lebih penting dari keberadaan kejahatan itu sendiri. Faktor lain itu adalah kehendak bebas, free will yang diberikan-Nya kepada manusia. Hukum-hukum dan janji-janji-Nya juga mengikat Tuhan di dalam berkeputusan.

Dan faktor penting lainnya adalah komitmen-Nya kepada keadilan. Tuhan itu adil, Ia tidak mengenal kompromi, "Tuhan adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan" (1 Yohanes 1:5), ia adil dan seimbang. Ia perlu menunjukkan keadilan-Nya melalui situasi yang tidak adil, kalau tidak maka keadilan-Nya sukar di mengerti manusia. Ia menunjukkan kebaikannya di tengah ketidak-baikan dunia ini supaya kita mengerti kebaikan Tuhan. Kalau tidak ada kejahatan bagaimana kebaikan itu dapat diukur sebagai kebaikan bagi kita?

Dari yang tidak baik Tuhan memproses manusia untuk menjadi baik. Manusia perlu "ukuran nilai" untuk memahami kebaikan Tuhan. Bila Tuhan tidak membiarkan kejahatan terjadi dimuka bumi ini, Yeshua Hamasiah tidak akan pernah di salib, tidak ada penebusan dosa manusia, dan anda dan saya tidak akan pernah dibenarkan dihadapan-Nya, dan hidup kita akan menjadi sia-sia. Lihat! ada satu lagi kepentingan yang esensial dan bernilai jauh lebih berharga daripada kejahatan dunia, a devine purpose of God: OUR SALVATION !

more on questions & answers: >>






  BULLETINS


 
Home | Articles & Readings | News & Events | Teachings | Q&A | Prophetic Mission
Mission In Picture | Prayer | Worship |Bulletins |Resources | About Us | Contact Us
Copyrights © 2008 Cherubims Prophetic Ministry. All Rights Reserved.