MAIN MENU
  HOME
  Articles
  News & Info
  Teachings
  Questions & Answers
  Prophetic Mission
  Mission in Pictures
  Prayer Statement
  Book of Worship
  Bulletins
  About CPM
  Contact CPM
  HOME TEACHINGS THE POWER OF SHEKHINAH GLORY


UJIAN KESETIAAN & KETAATAN
Tiang awan dan tiang api juga menuntun umatnya melakukan perjalanan. Kapan mereka harus berangkat berjalan dan kapan mereka harus berhenti untuk memasang tenda, dan kemana arah dan tujuan yang harus mereka tempuh, jalan mana yang harus mereka jalani. Semua bergantung sepenuhnya dari kehadiran tiang awan dan tiang api Elohim yang naik untuk bergerak atau turun untuk berhenti. Disini kesetiaan dan ketaatan Israel diuji dengan berat, karena hanya itu pengharapan Tuhan atas umat-Nya di padang gurun, ketaatan yang mutlak demi keamanan Israel sendiri berjalan di padang gurun (lembah kekelaman dunia ini bagi kita). Ketetapan hati Israel menjadi harga yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Dan dalam ujian-ujian tersebut berulang kali Israel jatuh dalam dosa ketidaktaatan dan persungutan. Rangkaian proses pendewasaan gereja Tuhan dilalui dalam cara yang sama. Sangkal diri dan pikul salib menjadi bahasa yang dipakai dalam Perjanjian Baru.

Ketika tiang awan atau tiang api naik keatas, Israel melakukan persiapan dengan berkemas-kemas menggulung tenda dan membungkus barang-barangnya, siap untuk berjalan. Ketika tiang awan/api itu berjalan, Israel mengikutinya. Ketika tiang awan/api itu berhenti, mereka berhenti. Dan ketika tiang awan/api itu turun, mereka mendirikan tenda dan melepaskan perbekalannya. Demikian seterusnya, mereka taat mengikuti perintah Elohim melalui tiang awan/api diatas Tabut Perjanjian dalam Kemah Tabernakel. Seringkali awan itu naik dan orang Israel berkemas-kemas, tetapi tiang awan/api itu tetap diam tidak berjalan sepanjang hari, dan selama itu juga orang Israel hanya menunggu. Kemudian tiang awan/api itu turun lagi, dan Israel mendirikan kembali tendanya. Tetapi begitu selesai mendirikan tenda tiba-tiba tiang awan itu naik lagi, orang Israel membongkar kembali tenda yang baru saja mereka dirikan. Tiang awan/api kemudian berjalan beberapa ratus hasta kemudian berhenti dan turun lagi diatas Tabernacle. Begitulah ketaatan Israel diuji, dan banyak diantara mereka yang kemudian bersungut-sungut. Demikianlah Tuhan "menghabisi" sebagian besar dari mereka di padang gurun melalui "seleksi alam". Kehadiran Jemaat Anak Sulung sebagai The Covenant Holders bukan hasil dari proses yang biasa-biasa, tetapi melalui perjalanan spiritual dengan ujian-ujian yang berat. Mengikuti Yeshua Hamasiah dalam kapasitas Bapa jauh lebih berat daripada mengikuti Yeshua Hamasiah dalam kapasitas sebagai Anak (kasih karunia). Seperti anak bayi yang digendong dengan anak dewasa yang berjalan sendiri dalam otoritas dan kuasa Bapa-nya. Inilah "seleksi alam" bagi calon The Covenant Holder, tidak semua akan mencapai Panggilan Tertinggi ini, karena dituntut respons yang radikal sebagai syaratnya.

40 tahun perjalanan Israel di padang gurun merupakan akibat ketidaktaatan mereka. Setiap ketidaktaatan menambah panjangnya perjalanan. Bayangkan bila perjalanan dari Gunung Sinai langsung ke Tanah Kanaan ditempuh dengan berjalan kaki dengan 2 juta lebih manusia, paling lama memakan waktu 4 s/d 6 bulan saja (berjalan lambat). Tetapi karena persungutan dan dosa Israel, perjalanan itu menjadi perjalanan berputar-putar selama 40 tahun atau 480 bulan. Satu generasi disingkirkan Tuhan di padang gurun, generasi yang penuh dengan tembok-tembok doktrin perbudakan Mesir. Generasi yang mindset-nya budak. Bagaimana Tuhan dapat berurusan dan bekerjasama dengan gereja yang sarat dengan doktrin-doktrin manusia yang memperbudak manusia dan melumpuhkan firman Tuhan? Tuhan sedang mencari generasi yang baru, generasi Yoshua dan Kaleb, generasi yang telah meninggalkan azas-azas pertama dan beralih kepada perkembangannya yang penuh (bd. Ibrani 6:1).

Jelas bahwa menuju suatu kwalitas tentu melalui serangkaian pengujian dan pencobaan di padang gurun. Yeshua Hamasiah mengalami pencobaan di padang gurun selama 40 hari 40 malam. Gambaran itu mengandung pengertian profetik yang luar biasa, terutama bila kita menghubungkannya dengan 40 tahun pencobaan Israel di padang gurun. Angka 4 selalu dihubungkan dengan hal ini oleh orang Ibrani (bd. MS: The God Of Numbers and The Name Of God). 400 tahun juga mereka menjadi budak di Mesir (bd. Kejadian 15:13; KIS 7:6), dan angka 400 juga berbau kematian (bd. Kejadian 23:15-16).
(rp&jma - BERSAMBUNG BAGIAN KEDUA)



back to:   Introduction.. >>






  ARTICLE CONTENT:
1. Introduction.
2. Kehadiran Yang Unik Dan     Bernilai Tinggi.
3. Awan Shekhinah Di Perjanjian     Baru.
4. Dari "Dipenuhi" Sampai     "Kepenuhan".
5. Perlindungan Dan Pemeliharaan.
6. Ujian Kesetiaan Dan Ketaatan.

      

  ISRAEL ARTICLE
1. Tembok Ratapan     The Wailing     Wall
2. Symbol Iblis Di Yerusalem:     Gedung Mahkamah Agung     Israel
3. Heart of Israel
4. Pandangan Umum 1: Israel     Sebagai Tanda Akhir Zaman
5. Dataran Tinggi Golan (The     Golan Heights)
  GENERAL ARTICLE
1. PERDUKUNAN : Astrologi, Sihir      & Paranormal
2. Obelisk
3. SYMBOL & LOGO SETAN: Bisnis     Lucifer.
4. KLONING: Proyek Ambisius.
5. MONDEX: MONETARY DEXTER     (Global Cashless Society)
  BULLETINS


 
Home | Articles & Readings | News & Events | Teachings | Q&A | Prophetic Mission
Mission In Picture | Prayer | Worship |Bulletins |Resources | About Us | Contact Us
Copyrights 2008 Cherubims Prophetic Ministry. All Rights Reserved.