MAIN MENU
  HOME
  Articles
   israel
   general
  News & Info
  Teachings
  Questions & Answers
  Prophetic Mission
  Mission in Pictures
  Prayer Statement
  Book of Worship
  Bulletins
  About CPM
  Contact CPM
  HOME ARTICLES ISRAEL Tembok Ratapan ; The Wailing Wall


PERJALANAN SEJARAH
Dengan ekspansi populasi Yahudi di Tanah Israel di awal abad 19 dan sesudahnya, dan dengan adanya peningkatan jumlah pengunjung/peziarah Yahudi dari seluruh dunia ke Yerusalem, maka popularitas Tembok Barat bertumbuh diantara bangsa Yahudi sendiri. Ada konsensus bersama untuk menganggap Tembok Barat sebagai pengganti sementara Bait Suci. Keberadaan Tembok Barat mulai digambarkan dalam berbagai kegiatan kesenian rakyat tradisional, dan juga nantinya dalam kesenian modern Israel seperti seni lukis, dan juga muncul dalam berbagai literatur Israel.
Abad 19 juga merupakan awal dari penelitian dan penemuan-penemuan arkeologi di Tembok Barat, dan bukti-bukti arkeologi ini semakin meneguhkan kepemilikan Yahudi atas seluruh wilayah The Temple Mount. Di tahun 1838 Robinson menemukan bangunan melengkung dibawah tanah yang diberi nama menurut namanya, kemudian di tahun 1850 Barclay menemukan pintu gerbang kuno, sebuah jalan masuk ke Bait Suci (sekarang berada diujung dari wilayah doa wanita). Di tahun 1865 Wilson menemukan jembatan penghubung pintu masuk Bait Suci yang didiskripsikan sebelumnya oleh Tobler tahun 1830. Di tahun 1867 Charles Warren melakukan penggalian untuk mendapatkan ukuran panjang seluruh Tembok Barat, dan ia menemukan lorong (tunnel) bawah tanah yang menjadi kontroversial di tahun-tahun berikutnya.

Di abad 19 itu juga bangsa Yahudi mencoba untuk memegang hak kontrol atas Tembok Barat yang berada dalam pendudukan Turkey. Tahun 1850 Hakham Abdullah, seorang Yahudi dari Bombay gagal dalam usahanya untuk membeli Tembok Barat. Sir Moses Montefiore, seorang Yahudi Inggris juga gagal mencoba mendapatkan izin untuk menempatkan instalasi perlindungan hujan di Tembok Barat. Tetapi izin untuk pengaspalan/pengerasan jalan berhasil diperoleh orang Yahudi dari pemerintahan pendudukan.
Dalam tahun 1887, Baron Rothschild, seorang pemuka Yahudi Internasional, berdasarkan kerjasama dengan komunitas Yahudi Sephardim, menawarkan untuk membeli seluruh wilayah Moghrabi Quarter dan merelokasi penduduknya ketempat lain, kemudian merobohkan semua bangunan disana. Rencana tersebut tidak pernah menjadi kenyataan, tidak hanya karena orang muslim yang keberatan tetapi juga karena adanya ketidaksesuaian pendapat diantara komunitas Yahudi Sephardim tersebut. Tahun 1912 otoritas Turkey memerintahkan untuk memindahkan sekat-sekat yang memisahkan wilayah laki-laki dan wilayah perempuan di Tembok Ratapan, juga memindahkan bangku-bangku, meja/lemari kaca untuk lilin, meja untuk membaca Torah, dan lainnya, setelah adanya komplain dari pihak Waqf terhadap aktivitas di Tembok Barat. Biasanya meja untuk meletakkan kitab Torah yang akan dibaca berada di dekat dinding tembok, tetapi harus dipindahkan karena permintaan Waqf (Muslim Religious Authorities) dengan alasan karena terlalu berdekatan dengan mesjid Al-Aqsa. Keadaan penuh tekanan seperti itulah yang kemudian mendorong bangsa Yahudi untuk mendapatkan otoritas kontrol sepenuhnya atas wilayah Tembok Barat. Dalam periode berikutnya, otoritas pendudukan beralih setelah Turkey dikalahkan oleh Inggris. Dan dibawah "British Mandate" terjadi banyak perselisihan tentang Tembok Barat antara Yahudi dan Islam. Setelah "Balfour Declaration" memberikan bangsa Yahudi status nasionalnya di Tanah Israel, Tembok Barat semakin mendapatkan arti dan signifikansi diantara bangsa Yahudi baik secara tradisional, religious, maupun nasional.


Disisi lain, pihak Arab mulai mengadakan penghasutan-penghasutan di dalam komunitasnya untuk melawan Zionisme yang dikatakan mengambil alih kontrol atas Tembok Barat. Untuk menimbulkan sentimen anti Yahudi, mereka kemudian membuka gerbang selatan di wilayah muslim untuk masuknya binatang-binatang, dengan maksud untuk menajiskan Tembok Barat. Mereka juga "menyaringkan suara" lebih keras lagi dalam ritual-ritual ibadah harian mereka. Mereka juga kembali mengajukan komplain atas dihadirkannya kembali sekat-sekat pembatas dan segala perlengkapan ibadah Yahudi pada perayaan Yom Kippur 1928.
Pada bulan Agustus 1929 orang muslim yang terhasut berkumpul disekitar orang-orang Yahudi yang sedang berdoa di Tembok Barat. Mereka kemudian bergerak anarkis dengan merusak semua obyek ritual Yahudi di Tembok Barat. Perbuatan ini menyebabkan kerusuhan massal beberapa hari kemudian dengan korban nyawa yang cukup besar di pihak Arab. Atas perintah Liga Bangsa-bangsa maka pemerintah pendudukan Inggris kemudian membentuk komite internasional yang terdiri dari tiga pihak: Inggris, Belanda, dan Swiss untuk memantau dan memeriksa setiap pihak yang terlibat dalam kerusuhan dan pertikaian rasial di Tembok Barat, dan mencari jalan pemecahan dan penyelesaiannya.



next:  4. Pendudukan Wilayah. >>







  ARTICLE CONTENT:
1. The Wall.
2. Tradisi Yahudi & Tembok Barat.
3. Perjalanan Sejarah.
4. Pendudukan Wilayah.

      

  ISRAEL ARTICLE
1. Tembok Ratapan     The Wailing     Wall
2. Symbol Iblis Di Yerusalem:     Gedung Mahkamah Agung     Israel
3. Heart of Israel
4. Pandangan Umum 1: Israel     Sebagai Tanda Akhir Zaman
5. Dataran Tinggi Golan (The     Golan Heights)
  GENERAL ARTICLE
1. PERDUKUNAN : Astrologi, Sihir      & Paranormal
2. Obelisk
3. SYMBOL & LOGO SETAN: Bisnis     Lucifer.
4. KLONING: Proyek Ambisius.
5. MONDEX: MONETARY DEXTER     (Global Cashless Society)
  BULLETINS


 
Home | Articles & Readings | News & Events | Teachings | Q&A | Prophetic Mission
Mission In Picture | Prayer | Worship |Bulletins |Resources | About Us | Contact Us
Copyrights İ 2008 Cherubims Prophetic Ministry. All Rights Reserved.