MAIN MENU
  HOME
  Articles
  News & Info
  Teachings
  Questions & Answers
  Prophetic Mission
  Mission in Pictures
  Prayer Statement
  Book of Worship
  Bulletins
  About CPM
  Contact CPM
  HOME PRAYER STATEMENT CHRISTMAS 2007

--- Kelahiran Yeshua Hamasiah seharusnya juga bermakna "salib". Dia lahir untuk menebus dosa kita dengan mati di kayu salib, untuk kemudian bangkit dalam kemenangan-Nya yang agung. Salib adalah jalan bagi suatu kemenangan. Kutuk diubah-Nya menjadi berkat, kematian menjadi kehidupan. Gereja Tuhan yang menang dan hidup adalah gereja yang telah diuji dan diproses oleh "salib", menjadi gereja yang memiliki ketegasan untuk tidak berkompromi dengan segala bentuk dosa. Bukan gereja yang melegalkan homosexual, bukan gereja yang mengakui adanya keselamatan dalam agama-agama dunia, bukan juga gereja yang "menjual" umat untuk ambisi-ambisi politik praktis. "Sangkal diri dan pikul salib" (Matius 16:24) menjadi "harga" yang harus dibayar untuk bangkit dalam kemenangan salib Hamasiah. Ukuran keberhasilan tidak ada hubungannya dengan ambisi kekuasaan duniawi, tidak juga diukur dari nilai bangunan gereja, bukan juga dari proyek-proyek yang tidak ada hubungannya dengan penginjilan dan pertobatan. Salib Hamasiah telah "melahirkan" gereja-Nya dan bukan "menghasilkan" gereja. Segala keberhasilan hidup kita di dalam Hamasiah hanya melalui proses "dilahirkan" dari salib bukan "dihasilkan" oleh manusia. Keberhasilan di dalam Hamasiah adalah buah yang dilahirkan melalui proses "sakit bersalin", bukan buah yang dihasilkan oleh kemampuan-kemampuan, kekuatan-kekuatan, dan pikiran-pikiran manusia. Berapa banyak mimbar gereja menyatakan panggilan Hamasiah untuk masuk proses menyangkal diri dan memikul salib, proses pengorbanan, proses panggilan kepada penyucian dan pemisahan, proses pertobatan dan hati yang hancur, dan seruan penuh kuasa untuk menentang dosa. Kemampuan dan pikiran Tuhan seharusnya kembali mendominasi pemberitaan mimbar-mimbar gereja untuk melahirkan umat yang kuat dan berhasil, umat yang siap memikul salib dan menyangkal diri (Matius 10:38; 16:24), yaitu umat yang lebih merindukan dunia disucikan daripada dunia yang dimakmurkan.

--- Kelahiran Yeshua Hamasiah seharusnya bermakna "kebangkitan". Perayaan natal menjadi suatu titik balik kebangunan rohani gereja, baik kelembagaan maupun secara pribadi. Waktunya introspeksi dan kalkulasi ulang pertumbuhan manusia roh kita. Apakah kita sedang berlari cepat kepada tujuan akhir atau hanya berjalan ditempat atau bahkan mundur dengan sangat teratur? Terlalu banyak program kegiatan duniawi masuk dalam gereja Tuhan. Pendalaman firman digantikan dengan bazaar dan pasar malam, doa-doa syafaat digantikan dengan pertandingan olah raga, misi-misi profetik digantikan dengan piknik, pertemuan penatua digantikan dengan arisan, dan masih banyak lagi. Apakah semua kegiatan itu salah? Sama sekali tidak, tetapi dengan mendominasinya program-program duniawi semacam itu gereja Tuhan berjalan menjauh dari visi Elohim dan kehilangan keseimbangan, kehilangan fokus, dan kehilangan "kebangkitan". Di saat kedatangan Tuhan yang semakin mendekat adalah sangat tidak bijaksana (dan sangat celaka) untuk menjadikan Rumah Tuhan sebagai "tempat berjualan" (Yohanes 2:16). Rumah Tuhan bukan gedung serba guna, bukan lapangan olah raga, dan bukan pasar malam atau pasar saham. Rumah Tuhan adalah Bait-Nya, tempat Ruach HaKodesh tinggal dan berdiam (1 Korintus 3:16). Rumah Tuhan adalah Rumah Doa bukan sarang penyamun (Markus 11:17). Saat ini, di waktu yang terakhir, Kuasa Kebangkitan Yeshua Hamasiah akan menyulut gereja-Nya dengan api yang menghanguskan, "Sion akan Kubebaskan dengan penghakiman yang adil dan orang-orangnya yang bertobat akan Kubebaskan dengan tindakan yang benar. Tetapi orang-orang yang memberontak dan orang-orang berdosa akan dihancurkan bersama, dan orang-orang yang meninggalkan TUHAN akan habis lenyap. Maka yang kuat menjadi seolah-olah kapas dan pekerjaannya menjadi seolah-olah bunga api; keduanya menimbulkan api dan tidak ada yang dapat memadamkanm (Yesaya 1:27,28,31). Tujuan Tuhan adalah membawa kembali gereja kepada-Nya, dan yang Dia butuhkan saat ini adalah respons umat-Nya untuk melahirkan revival, dimulai dari kebangkitan pribadi, kebangkitan para pemimpin, kebangkitan komunitas, kebangkitan kota, negeri, dan akhirnya kebangkitan suatu imamat yang rajani, bangsa yang kudus (I Petrus 2:9). Pertanyaannya: kita ada di posisi mana?

Kedatangan Yeshua Hamasiah yang pertama sebagai bayi manusia mengawali kedatangan Yeshua Hamasiah yang kedua sebagai Raja diatas segala raja dan Tuhan yang berkuasa, dari manusia lemah kepada "Singa dari Yehuda", dari misi penyelamatan kepada misi penghakiman, dan diantara keduanya gereja Tuhan hidup dan bertumbuh dalam pengenalan akan Dia. Tidak ada waktu lagi untuk berpikir, sekarang waktunya untuk bertindak, meresponi panggilan-Nya. Saatnya gereja Tuhan masuk kedalam pengertian yang baru dalam memaknai natal, melalui cara pandang yang berbeda (bukan makna tradisi) dengan meninggalkan asas-asas perayaan yang lama, dan bangkit di tahun baru 2008 ini dalam komitmen baru untuk berlari menuju kepada akhir kesempurnaan gereja yang siap menyambut kedatangan Yeshua Hamasiah yang kedua. "Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Hamasiah dan beralih kepada perkembangannya yang penuh" (Ibrani 6:1). Biarlah ini menjadi renungan natal kita semua: Kemerdekaan. Salib, dan Kebangkitan. Selamat Natal dan Tahun Baru, Imanuel...! (Red)



back to:   Introduction. >>







  ARTICLE CONTENT:
1. Introduction.
2. Yeshua Hamasiah =      Kemerdekaan.
3. Yeshua Hamasiah = Salib.
4. Yeshua Hamasiah =      Kebangkitan.

     

  BULLETINS


 
Home | Articles & Readings | News & Events | Teachings | Q&A | Prophetic Mission
Mission In Picture | Prayer | Worship |Bulletins |Resources | About Us | Contact Us
Copyrights 2008 Cherubims Prophetic Ministry. All Rights Reserved.