Goncangan Telah Dimulai:
Segala Sesuatu Yang Dapat Digoncangkan Akan Di Goncangkan

"Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: "Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga. Ungkapan "Satu kali lagi" menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan" (Ibrani 12:26-27).

Waktunya untuk kita memperhatikan perubahan-perubahan yang terjadi dengan cepat diseluruh dunia. Pemerintahan goyah, kerusakan moral generasi, tindak kriminal yang meningkat tajam, krisis keuangan internasional, juga intensitas bencana alam dan penyebaran penyakit sampar yang menelan korban begitu besar dimana-mana. Kalau mau disebutkan satu persatu, kita akan mengalami kesulitan meliputnya walaupun dengan peralatan teknologi canggih sekalipun.

Goncangan besar memang telah dimulai, dan setiap kali terjadi peristiwa baru juga terjadi goncangan baru. Peristiwa-peristiwa dunia akan terus berlanjut dan akan bermuara kepada nubuatan Kitab Suci tentang kedatangan Yeshua Hamasiah yang kedua kali, dimana goncangan akan mencapai titik kulminasinya. Setiap goncangan dalam hari-hari menjelang akhir ini cukup sanggup untuk menggetarkan siapapun walaupun sebenarnya kita tidak perlu terkejut dengan itu karena Kitab Suci telah mengatakannya.

Nubuatan memang sedang digenapi satu-persatu di depan mata kita. Ketika kita membaca surat khabar seakan kita sudah tahu dimana akan terjadi ledakan besar, kita mengerti goncangan yang akan terjadi dihadapan kita, apakah itu masalah ekonomi, politik, sampai ke area pribadi dan rumah tangga. Tuhan sudah mengatakan apa yang terjadi sekarang sejak ribuan tahun yang lalu.

Berita-berita di televisi menayangkan rekaman peristiwa dari berbagai krisis yang sedang terjadi di dunia, peperangan, sampar, gempa bumi, tindakan terorisme, bahkan juga tentang bangkitnya kesadaran global terhadap upaya mengandalkan kekuatan dunia yang bersatu. Masyarakat dunia sedang menuju kepada penyatuan global dimana diharapkan bahwa dunia yang bersatu ini akan memiliki kemampuan untuk menjawab segala permasalahan dunia baik saat ini ataupun masa yang akan datang.

Upaya Babel dalam kitab Kejadian pasal 11 sedang digenapi melalui system anti Tuhan yang sudah marak dimana-mana. Kehidupan manusia sedang digiring kedalam perangkap Iblis yang disebut globalisme. Dan banyak orang Kristen berjalan dalam ketidak-mengertian sehingga ikut menceburkan diri dan hanyut kedalam konsep Babel tersebut, termasuk menterjemahkannya di dalam konsep "penyatuan Tubuh Hamasiah". Bahkan banyak gereja Tuhan sedang ikut terseret kedalam kecenderungan arus dunia dengan melupakan atau tidak mengerti Visi Global Elohim yang sedang menuju menggenapan sempurnanya. Manusia tengah berjalan menuju puncak keunggulannya sebagai mahluk ciptaan. Tetapi berapa banyak manusia yang mengerti bahwa optimalisasi keunggulan manusia tersebut merupakan batas akhir sejarah manusia?

MENUJU KEMANA?
Memang, goncangan juga terjadi di dalam hal rohani pribadi umat Tuhan, keluarga, dan dalam bentuk komunitas gereja dengan segala pelayanannya. Problema dalam rumah tangga, keluarga, seperti ancaman perceraian, anak-anak yang memberontak, masalah keuangan, masalah penyakit, masalah pekerjaan, bahkan masalah kehidupan sosial ber-masyarakat, semuanya tidak terlepas dari jalur goncangan, tidak satupun mampu menghindarinya. Sedang menuju kemana sebenarnya goncangan-goncangan ini?

Bagi dunia jelas kegoncangan ini menuju kepada penyatuan global, globalisme, dimana goncangan-goncangan akan menghancurkan setiap sendi, system dan kekuatan yang berdiri sendiri supaya tercipta ketergantungan global dalam satu system Babel yang bersifat universal, yang pada targetnya akan membentuk satu Tatanan Dunia Baru dengan satu bahasa politik, satu bahasa keuangan, satu bahasa agama, dan satu pemimpin dunia: Antikris. Kitab Suci dengan jelas mengatakan kondisi-kondisi tersebut akan terjadi menjelang kedatangan Yeshua Hamasiah yang kedua ke planet bumi ini.

Saat ini, aktivitas gerakan globalisme seakan dipercepat menuju kepada penggenapannya yang hanya tinggal sedikit waktu lagi, yaitu dengan memanfaatkan goncangan yang dilakukan Tuhan atas dunia. Iblis selalu berusaha mengambil keuntungan dalam setiap gerakan Tuhan. Keadaan dan situasi dunia telah memberikan petunjuk penting bagi kita. Begitu sering kita mendengar para politikus, ekonom dan bahkan rohaniawan berbicara soal globalisme.

Secara politik saat ini sudah tidak ada satupun pemerintahan negara di dunia yang punya kemampuan untuk eksis tanpa ketergantungan dari negara-negara lain. Tidak ada satupun pemerintahan negara yang tidak tunduk kepada hukum internasional, yang menekan mereka kepada kehendak dunia.

Secara ekonomi, tidak ada satupun negara di dunia yang mampu menghidupi rakyatnya tanpa dukungan internasional. Ekstremnya, tidak ada satupun negara di dunia yang akan berhasil membangun negaranya tanpa hutang internasional.

Secara agama, tidak ada satu agamapun di dunia yang bebas dari tujuan Gerakan Zaman Baru dan politik universialisme kepercayaan global. Penyesatan Iblis dalam bidang rohani ini merasuk ke dalam semua agama dunia, termasuk agama Kristen. Tidak satupun terlepas dari pengaruhnya.

Melalui goncangan-goncangan yang di kerjakan Tuhan, Iblis berusaha mengambil keuntungan sebanyak mungkin dengan antara lain menawarkan konsep "persaudaraan dunia, humanisme universal, hak azasi, dan lingkungan hidup", bahkan "penyatuan Tubuh Hamasiah" (Akan dibahas kemudian). Dan tampaknya ia berhasil menjauhkan banyak sekali manusia dari kebenaran Tuhan, dengan menjadikan konsep-konsep universal tersebut sebagai landasan dalam beragama, atau bahkan menjadikan konsep tersebut sebagai agama baru, agama universal, agama global. Secara pasti, politik, ekonomi, dan agama dunia sedang berjalan kepada The New World Order, Tatanan Dunia Baru yang oleh dunia dianggap sebagai satu-satunya cara penyelesaian segala permasalahan dunia.

Tetapi Kitab Suci menggambarkan dunia sedang berjalan menuju penghancuran dirinya sendiri. Persatuan dunia atau globalisme, universialisme dalam segala bidang kehidupan manusia merupakan rencana, sarana dan kondisi yang diciptakan Iblis untuk memunculkan Antikris naik tahta dunia menjadi pemimpin tunggal mewakili kepentingan kerajaan setan.

BAGAIMANA DENGAN GEREJA TUHAN?
Goncangan sudah dimulai, "Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga" (Ibrani 12:26). Disini Tuhan tidak hanya berbicara mengenai planet bumi dan angkasa, tetapi menyangkut segala hal dalam kehidupan dunia dan kehidupan rohani manusia. "Ungkapan satu kali lagi menunjuk tentang perubahan kepada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan" (Ibrani 12:27).

Tuhan berbicara tentang perubahan segala sesuatu, termasuk kehidupan rohani umat-Nya dan sekaligus goncangan pada kerajaan kegelapan di alam spiritual (langit). Bagi umat Tuhan di akhir zaman ini, goncangan berarti pengujian dan pemurnian. Bagi siapapun yang belum sungguh-sungguh menjalani kehidupan Kristen, akan diuji, di goncangkan supaya runtuh segala yang bukan dari Tuhan di dalam tubuh kehidupan kita.

Saudara hanya "beragama" Kristen? - silahkan bersiap untuk masuk ke dalam pengujian Tuhan melalui goncangan-goncangan di dalam kehidupan saudara. Tuhan menginginkan umat yang tidak tergoncangkan karena berpegang sepenuhnya kepada apa yang tidak mungkin tergoncangkan, yaitu Yeshua Hamasiah. Dan itu tidak mungkin diperoleh dalam mereka yang hanya "beragama" Kristen dan tidak mempunyai relation dengan Tuhan. Kita tidak mungkin mengikut Tuhan setengah-setengah, sementara kita hidup berkompromi dengan hal-hal yang duniawi. Pergi ke gereja sekaligus mengikut dukun-dukun dan paranormal-paranormal. Kita tidak mungkin berkenan kepada-Nya tanpa kita sungguh-sungguh bertobat, berpaling dari kehidupan duniawi saudara dan menerima kelahiran baru. Tuhan perlu memurnikan kita dengan ujian-ujian iman melalui goncangan. Kita sebagai manusia terlalu bebal untuk bertobat, apalagi kalau keadaan kita sangat settle dan comfortable. Kehidupan Kristen bukan hanya mengakui Yeshua Hamasiah sebagai Tuhan dan setelah itu kita bisa berbuat apa saja. Tetapi mengenal Dia atau lebih tepat lagi dikenal oleh Dia (Galatia 4:9), yang perlu kita capai.

"Segala sesuatu yang dapat digoncangkan akan digoncangkan". Dan itu bisa berarti aniaya dan penghakiman bagi umat dan komunitas gereja Tuhan. Saudara yang mengerti tidak akan heran menyaksikan atau mendengar begitu banyak umat dan gereja Tuhan yang mengalami aniaya di akhir zaman ini. Proses pemurnian Tuhan atas gereja-Nya sudah dimulai, bahkan pertama dari goncangan Tuhan terhadap yang lain.

"For the time is come that judgement must begin at the house of God"
(1 Peter 4:17).

Kita tidak bisa lari dari kenyataan bahwa masih begitu banyak gereja Tuhan yang berjalan keluar dari rel-Nya. Tradisi, legalistik, bahkan prinsip-prinsip bisnis seringkali menghambat pekerjaan Ruach HaKodesh dalam membangun dan membangkitkan gereja-gereja mati, sementara mereka berpikir mereka sudah berjalan dalam kebenaran. Kita memang tidak punya hak untuk menghakimi, dan tidak perlu karena penghakiman itu datang sendiri, firman-Nya yang menghakimi. Apa yang tidak sesuai dengan firman-Nya pasti tergoncang, karena Tuhan ingin memunculkan pembaruan yang ekstrim atas Tubuh-Nya sendiri.

"Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru…"
(Yesaya 43:19).

Hari Tuhan sudah mendekat, tidak tersisa banyak waktu lagi untuk bersiap. Pembaruan demi pembaruan harus segera dilakukan, konsep-konsep yang salah tentang Tuhan harus dibenarkan, pengetahuan harus diberitakan dan diajarkan, kemuliaan Tuhan harus nyata di gereja akhir zaman-Nya, dan itu sebabnya Ia membiarkan gereja-Nya digoncang, dianiaya, masuk di dalam proses penghakiman-Nya. Karena sesuatu yang baru akan datang hanya setelah yang lama dihancurkan melalui goncangan. Gerakan Ruach HaKodesh di ujung akhir zaman ini benar-benar dahsyat dan mampu membawa pemisahan untuk menghadirkan persatuan Tubuh-Nya.

PADANG GURUN PENGUJIAN
Tuhan sedang menggiring gereja-Nya masuk ke padang gurun, untuk pada waktunya mendapatkan tanah Kanaan. Tanpa padang gurun tidak ada Kanaan, tanpa proses dalam api pemurnian tidak ada emas murni. Kita tidak akan pernah mendapatkan yang baru selama kita masih berpegang kepada yang lama, yang usang, dan yang ketinggalan zaman. Tuhan sudah merubah situasi dan kondisi sekarang sesuai dengan zaman dimana Ia akan datang. Melalui pembukaan meterai, hikmat dan pewahyuan baru tentang Tuhan diberikan. Melalui kuasa Ruach HaKodesh umat-Nya dibawa semakin mengerti dan semakin dekat kepada-Nya. Dan melalui "kepenuhan-Nya" gereja-Nya akan mampu berjalan dari glory to glory, dari kasih karunia kepada kasih karunia (Yohanes 1:16), sehingga kemuliaan Tuhan nyata atas gereja-Nya dan menjadi saksi kepada dunia.

Kalau saudara saat ini merasa masuk ke "padang gurun", mengucap syukur, karena aniaya dan penderitaan akan membuahkan ketekunan, dan ketekunan membuahkan pengharapan, dan pengharapan tidak akan mengecewakan. Relakan hati dan bertobat, karena kemuliaan Tuhan akan segera dinyatakan kepada saudara. Gerakan Tuhan di akhir zaman melalui kuasa Ruach HaKodesh-Nya menuju kepada pembenaran dan pengudusan gereja-Nya. Jika kita tidak berada di dalam gerakan ini, kita tidak akan pernah sanggup untuk melalui goncangan demi goncangan. Dalam jalurnya, Tuhan mengkontrol setiap proses pemurnian, we are in His control. Be sure of that! Tetapi di jalur dunia, Iblis yang mengontrol, secara pasti kita akan dibawa menjauh dari Tuhan oleh penyesatan dan kenajisannya.

Pertanyaannya, bagaimana kita mampu berada di dalam gerakan Tuhan, yang bisa berarti aniaya dan penderitaan untuk pemurnian itu? No other way kecuali berpegang kepada apa yang tidak tergoncangkan: YESHUA HAMASIAH, sehingga kita bebas dari penghakiman atas dunia. Dan bagaimana berpegang kepada-Nya? tidak mungkin kecuali kita hidup di dalam Roh, artinya hidup di dalam tuntunan Roh Tuhan atas roh kita, bukan karena keinginan daging (Roma 8:1-17). Dan tentu itu tidak semudah seperti kita membicarakannya.

Tetapi kita tidak perlu takut, bukan waktunya untuk gelisah, sekarang waktunya untuk berbuat sesuatu. Saatnya untuk meningkatkan kwalitas manusia rohani, dan memelihara hubungan yang dekat dengan Tuhan. Miliki kerinduan untuk mengenal Dia dengan benar, sebab Dia akan menjawab segala kerinduan (Matius 5:6). Benahi konsep-konsep yang salah tentang Tuhan oleh hikmat pewahyuan yang diberikan Ruach HaKodesh kepada setiap hati yang rindu. Tanpa hikmat-Nya kita akan terperangkap ke dalam aneka "juice" doktrin manusia.

PEKERJAAN TUHAN
Goncangan-goncangan yang terjadi bukan pekerjaan Iblis. Ini adalah goncangan yang dilakukan oleh Tuhan sendiri (Ibrani 12:25-27), tetapi yang juga dimanfaatkan oleh Iblis. Gereja Tuhan sedang memasuki ujian iman terbesar yang pernah dialami, menjelang kedatangan Tuhan kita. Beberapa orang yang Lack of knowledge berusaha menghimpun doa mengikat setan-setan untuk menghentikan goncangan ini.

Tetapi Tuhan sudah menyatakan jalan-Nya, dan kalau Tuhan menggoncang, doa apapun tidak mampu menghentikannya. Justru doa-doa kita seharusnya diselaraskan kepada rencana-rencana besar Tuhan, sebab itu mari kita berdoa untuk terjadinya suatu goncangan Tuhan yang besar karena melalui goncangan itu kita semua dimurnikan untuk dilayakkan. Berdoa untuk hadirnya GELOMBANG KUASA RUACH HAKODESH YANG MENGGONCANG SEGALA SESUATU.

Kalau menolak untuk dimurnikan, itu hak masing-masing, tetapi sama sekali tidak dapat menghentikan goncangan global ini. Siapapun kita, apakah pekerja-pekerja sekuler, pekerja-pekerja gereja Tuhan, apakah penginjil atau pendeta, kalau kita tidak mau menempuh ujian kenaikan "kelas" rohani melalui goncangan Tuhan ini, maka kita tidak mungkin di luluskan. Ini goncangan di dalam periode proses penyempurnaan manusia yang terakhir yang Tuhan lakukan. Waktunya sudah demikian mendekat, mungkin lebih dekat dari yang kita pikirkan. So, masuk ke padang gurun itu untuk memperoleh "Kanaan" pada waktunya.

ROH DENOMINASI
Judgement must begin at the house of God, segala sistem, struktur denominasi yang tidak berada di dalam garis-nya Tuhan, akan hancur. Roh denominasi yang banyak bekerja di dalam gereja Tuhan merupakan penyebab dari banyaknya perpecahan gereja. Yeshua Hamasiah berdoa supaya kita menjadi satu, Ia tidak pernah berdoa supaya kita menjadi baptis, metodis, presbitarian, liberal, konservatif, atau Injili. Ia berdoa supaya kita menjadi satu, sama seperti Dia dan Bapa adalah satu, tetapi gereja Tuhan terpecah-belah. Selama gereja Tuhan tidak hidup di dalam DIA dan DIA di dalam kita, maka persatuan gereja Tuhan hanyalah mimpi.

Gereja Tuhan bersatu hanya di dalam Dia, di dalam Ruach HaKodesh yang menyatukan. Roh Tuhan sendiri yang akan mempersatukan mereka yang hidup di dalam Dia. Saudara menginginkan penyatuan gereja Tuhan? Hidup di dalam Dia maka penyatuan itu akan datang bukan dari hasil usaha manusia tetapi melalui pekerjaan Ruach HaKodesh. Sudah terlalu sering gereja Tuhan mencoba untuk mengambil alih pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh Roh Tuhan dengan alasan klise: kita harus berbuat sesuatu untuk menyatukan gereja. Kalau ada satu hal yang harus saudara lakukan maka hal itu adalah: Hidup di dalam DIA. Dengan demikian Ruach HaKodesh akan mempersatukan gereja-Nya (hanya yang ada di dalam Dia).

Sebenarnya keberadaan denominasi bukanlah menjadi persoalan besar, tetapi bila kita mulai membangun tembok-tembok isolasi, pemisah, serta menimbulkan saling curiga dan ketidak-percayaan, itu baru jadi persoalan besar. Roh denominasi akan membawa kita kepada mengutamakan gereja kita daripada Tubuh Hamasiah. Puji Tuhan, goncangan itu dilakukan-Nya. Segala kekuatan struktural dan system dunia yang banyak diterapkan gereja Tuhan akan dihancurkan. Segala tradisi-tradisi manusia, doktrin-doktrin manusia, dan interprestasi-interprestasi manusia harus dirobohkan.

Gereja Tuhan harus berdiri diatas Batu Karang Yeshua Hamasiah dan segala kebenaran firman-Nya maka alam maut tidak akan menguasainya. Gelombang pemisahan yang nyata akan terjadi di dalam gereja, sehingga akan tercipta suatu garis pemisah yang jelas antara dua kelompok besar. Yaitu antara mereka yang ingin turut serta di dalam gerakan Ruach HaKodesh dan mereka yang terpaut pada hal-hal yang tampaknya rohani tetapi sesungguhnya menyangkal kuasa Tuhan (2 Timotius 3:5).

Hanya yang tidak tergoncangkan yang akan "diangkat" dan dipromosikan, yang murni, yang benar, dan yang menjadi "Rumah Doa" Tuhan sesungguhnya. Gereja Tuhan yang kudus akan semakin kudus oleh goncangan ini, dan yang najis akan semakin najis. Yang baik bertambah baik, yang jahat bertambah jahat. "Sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka akan menyesatkan dan disesatkan" (2 Timotius 3:13). Itu kondisi gereja yang dinubuatkan terjadi di akhir zaman menjelang kedatangan-Nya. Tetapi Tuhan masih memiliki umat-Nya yang setia, Ia akan memurnikan mereka, melengkapi mereka dengan kuasa, dan memakai mereka secara hebat dan dahsyat di hari-hari mendatang dalam tahap selanjutnya dari gerakan Ruach HaKodesh yaitu menggenapi Visi Global-Nya.

Mari, kita sungguh-sungguh mengenal Dia, niscaya kebenaran Tuhan menjadi bagian hidup dan menghidupi kita selamanya by our faith di dalam Yeshua Hamasiah. Goncangan Tuhan sudah dimulai, bagi umat-Nya Tuhan telah memberikan kuasa Ruach HaKodesh dengan sangat berlimpah untuk bisa tetap tahan berdiri ditengah badai sekalipun. Sedangkan goncangan di langit kegelapan menyebabkan kuasa-kuasa setan bekerja lebih giat untuk menyesatkan manusia, mereka tahu, penghukuman mereka sudah dekat.

Kita sedang berdiri di garis batas waktu yang terakhir, di dalam area waktu yang paling kritis dan paling menentukan, yang tentu menuntut kita untuk berlomba mencapai garis akhir, Kanaan, Tanah Perjanjian.

Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya (Kolose 1:23).

SIASAT DAN TUJUAN IBLIS
Memang, kita sedang berdiri di garis batas waktu yang terakhir, yang menuntut kita untuk berlomba mencapai garis akhir. Goncangan demi goncangan yang dibuat Tuhan sekali lagi akan memurnikan umat-Nya. Perlu diketahui bahwa goncangan inipun dipakai oleh Iblis dan setan-setannya untuk semakin aktif dan agresif menjerumuskan manusia dalam kesesatannya.

Dalam konteks ini kita melihat bahwa goncangan merupakan pergumulan antara tujuan Tuhan di dalam hidup kita melawan tujuan Iblis di dalam hidup kita. Pergumulan antara hukum Tuhan dengan berbagai sifat dosa. Iblis akan menyerang setiap titik lemah dalam hidup kita, itu pasti. Ia menawarkan apa yang oleh dunia disebut sebagai kesenangan sampai akhirnya mereka tidak lagi bermain-main dengan dosa, melainkan dosa yang mempermainkan mereka. Hanya saja permainan ini menuju maut, dosa mencengkram, mengikat dan menguasai mereka sehingga tidak dapat melepaskan diri lagi. Terjerat dalam kuasa Iblis, itu tujuan Iblis memakai goncangan yang dibuat Tuhan untuk memurnikan umat-Nya. Ia mengambil kesempatan di dalam setiap kesempitan hidup umat Tuhan.

Atmosfir keteraturan Tuhan sedikit demi sedikit diangkat sesuai dengan selesainya waktu perjanjian Tuhan dengan bumi ini (kita akan membahasnya kemudian). Titik nol dari terangkatnya atmosfir Elohim itu akan dicapai ditengah masa 7 tahun tribulasi. Dan sejak saat itu goncangan akan mencapai titik kulminasinya. Hanya mereka yang tinggal di dalam Dia dan kebenaran-Nya will be survive. Renungkan semua itu. (Red)


Ada suatu gelombang kejutan yang lebih bergoncang daripada gempa bumi, lebih tak tertahankan daripada gelombang sunami, lebih tak terkendalikan daripada suatu tornado …. tetapi seribu kali lebih diinginkan daripada yang manapun dari semua itu:

GELOMBANG KUASA RUACH HAKODESH YANG MENGGONCANG SEGALA SESUATU



CherubimsOnline.com 2008